Sempat Tak Ingin Berangkat, Ini Kisah Korban Selamat dari Keganasan Pantai Payangan

Jombang, koranmemo.com – Hari Minggu 10 Februari 2019 bisa jadi menjadi hari paling tidak terlupakan pada kehidupan Yani Susanti (35), guru BK SMAN 3 Jombang. Bagaimana tidak, acara wisata bersama teman sejawat yang semula berjalan lancar, berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan.

Ya, Yani bersama dengan tiga teman yang lain yakni Yudha Mahardika (34) guru BK SMA Plandaan, Zakiyah Nurwiningsih (34)  guru BK SMAN 1 Jombang, serta Hasan (25) guru SMKN 3 Jombang, terseret ombak Pantai Payangan Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, Minggu (10/2).Nasib perempuan kelahiran 21 Mei 1983 ini terbilang cukup beruntung jika dibanding tiga temannya tersebut. Dua orang meninggal dunia dan satu lagi masih dalam upaya pencarian tim SAR.

“Acara wisata ini pembubaran panitia tim edufair yang digelar beberapa waktu lalu,” kata Yani dengan raut wajah yang nampak masih kelelahan, saat ditemui Koranmemo.com di rumahnya di Perumahan Denanyar Asri Blok B 2, Senin (11/2) sekitar pukul 15.28 WIB.

Kepada wartawan, ibu dua anak ini pun sempat mengaku tidak ingin berangkat ke Jember. Hanya saja, pikiran itu berubah ketika sang sahabat yang kini telah meninggal dunia, Zakiyah Nurwiningsih, datang untuk membujuknya pada Sabtu (9/2).

“Magrib itu bu Zakiyah datang dengan suaminya menghampiri saya. Akhirnya saya ikut berangkat. Rombongan berkumpul di Stasiun Jombang dan berangkat Sabtu (9/2) sekitar pukul 20.00 WIB dengan bus,” ungkapnya.

Guru BK SMAN 3 Jombang mengakui jika perjalananku menuju Jember bukanlah pertama kali. Hanya saja perjalanan Sabtu malam ini lain daripada yang lain. Sepanjang perjalanan Yani mengakui suasana sangat sepi. “Kadang kan ada yang di dalam bus nyanyi-nyanyi. Waktu itu entah kok sepi,” tuturnya.

Setelah sekian jam menempuh perjalanan panjang kabupaten Jombang – Kabupaten Jember, tibalah rombongan di sana. Namun, tujuan pertama bukanlah Pantai Payangan. Rombongan terlebih dahulu singgah di Pantai Papuma Jember.

“Di sana (Papuma) sampai makan siang. Nah waktu makan siang itu kami ‘guyon memel’ (bercanda, bahasa jawa). Termasuk pak Yudha itu juga,” urainya.

Setelah dari Papuma, lanjut Yani, baru rombongan sebanyak 22 orang beranjak menuju Pantai Payangan. Sesampainya, beberapa rekan guru sepuh memilih bersantai di kedai kopi. Nah Yani bersama tiga temannya memutuskan untuk berenang di pantai. “Jadi tidak semua ikut renang. Saya, bu Zakiyah, pak Yudha dan pak Hasan satu tempat renang,” katanya.

Setelah berenang beberapa saat, meski tidak terlihat ada ombak, tiba-tiba ke empat orang merasakan jika tubuh mereka semakin ke tengah. Ini diakui Yani ketika kedua kakinya sudah tidak merasakan pijakan pasir seperti sebelumnya. Hingga akhirnya tibalah perjuangan hidup mati ke empat guru asal Jombang ini dimulai.

“Saya sedikit bisa berenang. Tangan saya sekuat tenaga mengangkat bu Zakiyah tapi tidak bisa naik. Pegangan tangan saya terlepas ketika tubuh saya sempat jadi pijakan kaki bu Zakiyah. Nah itu saya ganti tenggelam. Saya diganti diangkat oleh pak Yudha. Kalau pak Hasan sudah tidak terlihat,” papar Yani sembari mengaku sekuat tenaga melambaikan tangan tanda minta tolong ke pengunjung pantai lainnya.

Antara setengah sadar, istri dari Erwin Suwignyo ini merasa ditolong seseorang dengan menggunakan pelampung jerikan yang kemudian dengan menggunakan sepeda motor berboncengan tiga, dilarikan ke puskesmas setempat.

“Saya antara setengah sadar dan tidak. Ada yang nolong mungkin nelayan. Soalnya waktu itu tim SAR belum ada. Minggu magrib saya sudah mulai pulih dan bisa berjalan,” tuturnya.

Seiring dengan itu pula, Yani mendapatkan kabar duka jika dua temannya dipastikan meninggal dunia. Sedangkan satu lagi hilang.

“Perjalanan kembali ke Jombang dua ambulance beriringan. Saya satu ambulance dengan (jenazah) bu Zakiyah. Satu ambulance lagi bawa (jenazah) pak Yudha. Sampai di Jombang Minggu (10/2) sekitar pukul 22.00 WIB,” urainya.

Yani pun sangat berduka dengan meninggalnya rekan sejawatnya tersebut. “Dengan bu Zakiyah bukan kayak teman lagi tapi sudah kayak saudara. Namun disisi lain saya juga bersyukur bisa selamat. Semoga pak Hasan juga segera ditemukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, empat orang guru asal Kabupaten Jombang terseret ombak Pantai Payangan Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, Minggu (10/2). Dalam peristiwa ini satu orang selamat, dua orang meninggal dunia serta satu lagi masih dalam pencarian tim SAR.

Reporter Agung Pamungkas

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date