Sempat Buron, Begal Dicokok Polisi

Kediri, Koranmemo.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri melakukan pers rilis terkait kasus begal (perampasan kendaraan dan telepon genggam), Senin (5/11). Lokasi pembegalan di Jalan Raya Sidomulyo Dusun Bagi Desa Bulu Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, dan dilakukan pada tanggal 23 September 2018 sekitar pukul 01.30 WIB. Petugas Unit Reskrim berhasil menangkap dua pelaku dan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan tuduhan melakukan pencurian dengan pemberatan.

AKBP Anthon Haryadi, Kapolresta Kediri mengatakan, para pelaku berhasil ditangkap Unit Reskrim setelah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Para pelaku sempat Buron selama satu bulan karena bersembunyi di rumah masing – masing. “Meskipun sempat terkendala informasi, karena tidak ada saksi mata pada saat kejadian,” jelasnya saat memberikan pernyataan kepada awak media di Mapolresta Kediri, Senin (5/11).

Setelah mendalami kasus tersebut, petugas Unit Reskrim berhasil menangkap para pelaku di rumah masing – masing pada hari Sabtu (3/11) sekitar pukul 18.00 WIB. Kedua tersangka diketahui berinisial GT alias Kepet (30) asal RT 01/RW 03 Dusun Mojoduwur Desa Puhsarang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, dan PNM alias Gotro (32) asal RT 03/RW 04 Dusun Kletak Desa Kanyoran. Mereka melakukan perampasan kendaraan sepeda motor milik Ale Winski E.R (16) asal Jalan Pandan Arang RT 01/RW 06 Dusun Jabang.

Modus yang dilakukan pelaku, lanjut Anthon, setelah mengikuti korban, para pelaku yang berboncengan memberhentikan korban dengan alasan meminjam korek api. Namun saat korban menolak, tiba – tiba GT memukul korban kemudian merampas kendaraan dan membawa kabur. “Motif pelaku hanya ingin memiliki sepeda motor korbannya. Pelaku juga mengambil HP milik korban, dan menjualnya. Untuk menghilangkan jejak, sepeda motor diganti plat nomor dan merubah warna menjadi hitam dengan stiker,” sahut Anthon.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan tuduhan melakukan pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 9 tahun dan maksimal 12 tahun. Selain itu, Anthon menghimbau kepada warga. Jika pulang kerja larut malam, lebih baik mengambil jalur yang ramai dan menghindari tempat yang gelap serta berusaha untuk mencari teman dalam perjalanan. “Sekarang modus kejahatan sangat beragam. Meskipun petugas sudah melakukan antisipasi dengan melakukan patroli rutin, namun para pelaku masih nekat melakukan tindak kejahatan jika dirasa ada kesempatan,” tandasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor :Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date