Semangat Belajar di Balik Keterbatasan

Trenggalek, koranmemo.com – Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi para siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB) Kemala Bhayangkari Trenggalek untuk memperdalam ilmu agama. Semangat ini mereka tunjukkan saat mengikuti kegiatan Pondok Ramadan, Senin (27/5). Dengan jari jemari telaten, siswa berkebutuhan khusus ini tengah belajar mengaji Al Quran braille.

Mereka adalah beberapa siswa tunanetra yang tengah mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin di gelar setiap tahunnya. Meskipun tak mudah, tingginya semangat belajar mereka meluluhkan hati siapapun yang melihat. “Hari ini pondok Ramadan. Kegiatannya membaca Al Quran,” kata Pardiono, Kepala SLB Kemala Bhayangkari Trenggalek di sekolah.

Dengan didampingi tenaga pengajar di sekolah, mereka terlihat belajar dengan khidmat. Jari jemari mereka dengan telaten meraba tiap bacaan. Meskipun terlihat kesulitan, namun mayoritas bacaan mereka sudah mulai lancar. Para pembimbing dengan sigap membenahi jika terdapat kesalahan bacaan yang dibaca para siswa. “Semuanya terlayani untuk belajar membaca Al Quran,” jelasnya.

Tak hanya para siswa tunanetra yang mendapatkan perhatian khusus saat belajar mengaji Alquran. Namun juga para siswa berkebutuhan khusus lainnya yang masih perlu pendampingan saat belajar mengaji. “Bagi yang tunanetra Alquran Braille, kemudian yang tunarungu Al Quran awas dan tunagrahita masih huruf awal. Jadi semua bisa belajar baca Alquran,” imbuhnya.

Tak hanya belajar membaca Alquran. Kegiatan Pondok Ramadan itu juga mengajarkan tentang bagaimana cara berwudu dan juga pendalaman tentang ilmu agama secara khusus. Seperti salat lima waktu. Sebab para siswa disabilitas ini mempunyai latar belakang yang berbeda. “Karena bagi anak-anak tunanetra wudhu tidak bisa melihat sehingga perlu diajarkan. Begitu juga tunarungu, bacaan dan sikap terkadang sulit mengucapkan,” kata Pardiono.

Untuk metode yang diajarkan, Pardiono mengaku menyesuaikan kemampuan para siswa sehingga para siswa akan lebih mudah memahami tentang yang diajarkan. Termasuk pemahaman tentang bacaan Al Quran yang diberikan tenaga pembimbing secara individual. “Jadi ada yang masih paham abatasa, ada yang masih paham satu ayat ada yang sudah bisa, itu kami layani pendekatan secara individual,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date