Selingkuhi Mertua, Janda Tewas Ditusuk Oknum Aparat

Nganjuk, koranmemo.com – Oknum aparat berinisial Su (30) diamankan Detasemen Polisi Militer Madiun, Sabtu (15/6/2019) siang. Ini setelah pihak polisi militer mendapat laporan dari Kodim 0810/Nganjuk jika oknum aparat tersebut diduga melakukan penusukan terhadap seorang janda berinisial ES (55) warga Dusun Pandansari Desa Lambangkuning Kecamatan Kertosono.

Kabar yang beredar di lingkungan masyarakat setempat, kasus penusukan ini diduga dilatarbelakangi rasa kesal, lantaran korban diduga berselingkuh dengan mertuanya.

Pelaku yang tidak terima segera mendatangi rumah korban yang saat itu sedang bersama mertua pelaku. Sempat terjadi cekcok hingga mertua pelaku memilih meninggalkan rumah korban. Akhirnya pelaku mengeluarkan pisau dan menusukkan ke tubuh korban.

Usai menusuk korban, pelaku segera meninggalkan korban yang berlumuran darah. Salah seorang warga yang mengetahui kejadian ini, langsung melapor ke Sutoyo, kepala dusun setempat, dan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, lalu diserahkan ke Polsek Kertosono.

“Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB. Korban ditusuk pisau sejenis badik Makasar di bagian leher, dada dan perut. Korban meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB dalam perawatan di RSUD Kertosono,” kata Sutoyo kepala dusun setempat.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat dikonfirmasi terkait kejadian ini mengatakan, setelah menerima laporan dari warga pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kodim 0810/Nganjuk.

“Kita langsung lakukan koordinasi dengan pihak Kodim 0810, karena pelakunya anggota,” katanya, Minggu (16/6/2019) usai senam massal tolak kerusuhan di Alun-alun Nganjuk.

Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo mengatakan, dari koordinasi dengan Polres Nganjuk, akhirnya pihaknya menghubungi pihak polisi militer, karena memang ini kewenangan polisi militer.

“Yang bersangkutan benar aparat namun bukan anggota saya. Saat ini kejadian tersebut ditangani oleh pihak polisi militer, karena memang bukan kewenangan kita. Hanya saja TKP di wilayah Nganjuk,” jelasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date