Selama Pekat, Polres Kediri Kota Ungkap 51 Kasus

Kediri, koranmemo.com – Selama menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Polres Kediri Kota berhasil mengungkap 51 kasus tindak kejahatan, Senin (27/5). Dari 51 kasus tersebut, ada tujuh tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh 54 tersangka selama kurun waktu 12 hari di bulan Ramadan, mulai tanggal 15 sampai tanggal 26 Mei.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, dari pelaksanaan operasi pekat, ada 10 kasus dengan target operasi (TO) dan 41 kasus Non TO. Untuk tindak pidana yang dilakukan diantaranya penjualan minuman keras (miras) ilegal, narkoba, premanisme, pelanggaran kepemilikannya bubuk dan pembuatan petasan, perjudian, prostitusi, dan pornografi.

Miras menjadi kasus terbanyak dalam rilis yang dilakukan oleh Polres Kediri Kota, dengan jumlah 35 kasus, 2 TO dan 33 Non TO. Meskipun sudah ada larangan untuk memperjual belikan miras tanpa izin, para tersangka ini masih nekat beroperasi. “Barang bukti yang diamankan ada 376 botol berisi miras berbagai ukuran dan jenis,” ujar Anthon.

Dari 376 miras botolan, 63 botol berisi miras jenis arak jowo (arjo) dengan ukuran 1.500 mililiter. Ini menjadi jumlah paling banyak jika dibandingkan dengan miras jenis lain seperti jenis bir dan anggur, misalnya merek kuntul, bir bintang, Balihai, anggur cap orang tua. Petugas juga menemukan tiga botol anggur dengan kadar alkohol mencapai 14,7 persen, dan ini tergolong tinggi.

Ungkap narkoba, lanjutnya, ada tiga kasus, satu TO dan dua Non TO. Barang bukti yang disita dari tiga tersangka ini berupa pil dobel L dengan jumlah 13.878 butir, dan sabu seberat 0,38 gram. Ketiga tersangka ini ditangkap di lokasi yang berbeda, mereka ditangkap di salah satu warung yang berada di bantaran Sungai Brantas, di salah satu rumah yang berada di Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dan di Desa Blimbing Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Selain itu, petugas juga mengungkap praktik premanisme berkedok juru parkir dengan menangkap enam tersangka. Mereka diamankan di dua lokasi yang berbeda yaitu di Jalan Dhoho dan Jalan Hasanudin. Dengan barang bukti dua bendel kartu parkir, peralatan parkir lainnya seperti spidol dan peliuit, serta uang sejumlah Rp 191.000 dari hasil parkir.

Untuk dua tindak pelanggaran seperti Handak dan Kembang Api Ilegal, tidak ditemukan saat petugas melaksanakan operasi pekat ini. “Meskipun operasi pekat sudah selesai, tapi kami tidak menurunkan atensi untuk menjaga situasi supaya tetap kondusif. Mengingat, akan dilakukan gelar pasukan Ops Ketupat Semeru 2019,” jelas Anthon.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date