Selain DBD, Waspada Juga Serangan Difteri Saat Musim Hujan

Jombang, koranememo.com – Musim hujan seperti saat ini masyarakat harus waspada terhadap beberapa penyakit yang dapat berdampak serius seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu masyarakat juga harus waspada munculnya penyakit berbahaya yang juga sudah menyerang warga Kota Santri yakni difteri.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jombang, Wahyu Srihartini, Kamis (7/12) mengatakan, difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada  hidung dan tenggorokan.

“Di Jombang ini memang sudah ada difteri. (Serangan) itu pernah terjadi pada Agustus lalu. Ada kasus yang dilaporkan dari wilayah Puskesmas Cukir Kecamatan Diwek,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskan, Dinkes sendiri mencatat pernah terjadi 4 kasus serangan difteri di Cukir dan ada juga suspect penyakit difteri di luar Cukir. “Setelah pengambilan specimen (sampel cairan tubuh) kemudian dibawa ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya, yang suspect tersebut dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Lalu apakah serangan difteri di kota santri pernah merenggut korban jiwa? Wahyu mengungkap jika pasien kasus difteri yang pernah ada meninggal namun bukan karena difteri langsung tetapi lantaran penyakit penyerta.

“Ada pasien dengan keluhan yang mengarah ke difteri, kemudian dilakukan pemeriksaan namun ternyata hasilnya pasien tersebut meninggal karena penyakit penyertanya. Penyakit (difteri) bisa ditanggulangi dengan jalan imunisasi. Namun terkadang orang tua agak kurang fokus pada imunisasi anak yang usianya sudah di atas satu tahun,” urainya.

Sementara, untuk DBD di Jombang tahun 2017 ini trennya mengalami penurunan angka kasus. Jika sepanjang tahun 2016 lalu tercatat ada 1.143 kasus DBD, namun pada Januari hingga November 2017 ini turun menjadi 305 kasus.

Menurutnya, faktor yang turut membuat angka DBD di Jombang menurun salah satunya faktor cuaca. Tahun 2016 lalu cuaca cenderung ekstrim.

“Sedangkan tahun 2017 ini tidak se ekstrim tahun 2016 lalu. Selian itu mungkin juga mulai ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih,” ujarnya.

Terpisah, dr Ulfa Kannatul Izzah, Kepala Seksi Pelayanan Medis (Yanmed) RSUD Jombang, terkait pasien DBD sejak Januari – Desember minggu pertama 2017 tercatat ada sekitar 250 pasien dengan kunjungan per bulan rata-rata tidak lebih dari 10 pasien.

Per Kamis (7/12) tercatat ada satu pasien yang menjalani perawatan di Pavilion Seruni. “Begitu juga untuk pasien difteri. Menurutnya beberapa waktu lalu ada satu pasien diduga difteri. Namun setelah diperiksa laboratorium Surabaya ternyata negatif,” tandasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.