Sekongkol Menipu,  2 Orang Dijebloskan Bui

Sidoarjo, koranmemo.com – persekongkolan Andhika Rahman (36), warga Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya yang tinggal di Perum Royal Juanda, dan Tatok Hariyanto (32), warga Perum Taman Tiara Cluster Mediterania, Buduran, Sidoarjo berakhir di Jeruji Besi Polsek Buduran, Sidoarjo. Mereka melakukan aksi tipu daya guna mendapatkan mobil murah.

Ceritanya berawal ketika si korban, Zaenal Arifin (41), warga Siwalankerto, Surabaya mempunyai permasalahan terkait kredit mobilnya. Kedua pelaku yang mengaku berprofesi sebagai makelar ini berkenalan dan berjanji bisa membantu memecahkan masalah Zaenal.

Sejurus kemudian, Zaenal menyerahkan Mobil Suzuki warna abu-abu metalik bernopol L 7913 IK itu kepada pelaku dan memberinya uang Rp 12 juta.

Namun bukan masalah yang diselesaikan pelaku, malah mereka tega bersekongkol dan membodohi nasabah kredit mobil di SFI Jemursari, Surabaya pada Januari lalu itu dengan menggunakan surat abal-abal.

“Dua tersangka ini bersekongkol untuk menipu korban. Dan dari penyelidikan, ada satu lagi pelaku yang sekarang ini melarikan mobil itu, inisialnya Dd,” ungkap Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto, Rabu (14/3/2018).

Lebih jauh Hery memaparkan, korban saat itu sudah membayar uang muka Rp 50 juta dan tiga kali angsuran. Berjalannya waktu, Zaenal merasa keberatan dan berniat mengembalikan mobil itu ke leasing.

Heri mengungkapkan, sebelumnya, korban terlebih dahulu bertemu dengan seorang bernama Andhika. Kemudian korban dijanjikan Andhika bisa mendapat pengembalian uang yang cukup besar. Andhika pun mengaku punya kenalan orang SFI dan bisa membantu. “Dari situ kedua pelaku berawal mengenal korban,” tambah Hery.

Dikatakan, tersangka Tatok sebenarnya memberikan uang Rp 18 juta, tapi oleh tersangka Andhika uang itu hanya diberikan ke korban sebanyak Rp 12 juta saja,” urai Kapolsek.

Dari situ, lanjut Hery, kemudian korban dikenalkan ke Tatok oleh Andhika. Tatok ini disebut sebagai orang leasing yang bisa membantu. Akhirnya, dalam pertemuan di rumah Tatok di Buduran, korban menyerahkan mobilnya.

Dalam penyerahan itu, juga dibuat berita acara. Surat dengan kop Suzuki dibuat Tatok untuk meyakinkan korban. Surat abal-abal ini sempat ditandatangani Totok dan Zaenal.

Ternyata, tak lama setelah menyerahkan mobilnya itu Zaenal ditagih pihak leasing. Dia mengaku sudah menyerahkan mobil dengan bukti surat tersebut, tapi nyatanya tidak ada data sama sekali di SFI.

Merasa jadi korban penipuan, korban lantas mendatangi Polsek Buduran untuk melapor. Bukti yang dimiliki Zaenal sempat dicek ke pihak leasing, ternyata memang surat itu abal-abal.

Dari situ kemudian polisi bergerak menangkap Andhika dan Tatok. Keduanya pun langsung dijebloskan ke dalam penjara. Tapi sayang, mobil sudah dijual oleh Tatok. “Saya jual Rp 30 juta,” jawab Tatok saat di Polsek Buduran.

Menurut bapak tiga anak ini, mobil dijual ke Dd dan surat abal-abal yang dipakainya untuk mengelabuhi korban juga berasal dari Dd.

“Kalau saya malah tidak tahu itu. Saya cuma mendapat Rp 6 juta, potongan uang dari Tatok Rp 18 juta dan saya serahkan ke Zaenal Rp 6 juta,” timpal Andhika, bapak dua anak yang juga meringkuk di penjara Polsek Buduran.

Reporter : Yudhi Ardian
Editor: Achmad  Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date