Sekda Masuk Bui

Tersangka Pengadaan Kain Batik PNS
Nganjuk, Memo – Setelah memeriksa 35 orang saksi, baik dari lingkup Pemkab Nganjuk maupun para rekanan, akhirnya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menetapkan 3 orang tersangka kasus korupsi pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu (Batik) APBD Perubahan 2015 pada Sekretariat Daerah Pemkab Nganjuk), senilai Rp 6, 50 miliar, Jumat (29/4). Ketiga orang itu adalah, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Masduqi selaku pengguna anggaran (PA), serta dua orang rekanan masing-masing Edi Purwanto pemenang lelang dari PT Ranusa, dan Sunartoyo dari PT Delta Inti. Para tersangka ini langsung dijebloskan tahanan.

Sekdakab Nganjuk, Masduqi dikawal oleh dua anggota polisi keluar dari kantor Kejari Nganjuk dan langsung dijebloskan tahanan (muji/memo)
Sekdakab Nganjuk, Masduqi dikawal oleh dua anggota polisi keluar dari kantor Kejari Nganjuk dan langsung dijebloskan tahanan (muji/memo)

“Tiga orang telah kita tetapkan sebagai tersangka, di antaranya MSQ, STY, dan EPW. Mereka langsung kita jebloskan ke rutan dan kami tahan selama 20 hari ke depan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk, Umar Zakar, SH. MH saat konferensi pers usai penetapan tersangka.

Penahanan 3 tersangka tersebut, kata Kajari, karena sudah memenuhi unsur tindakan melawan hukum dengan petunjuk barang bukti maupun keterangan para saksi yang telah diperiksa selama ini. “Sebenarnya masih ada satu tersangka dari rekanan berinisial MSS yang kita tetapkan tersangka, namun yang bersangkutan tidak hadir,” imbuh Umar.

Dikatakan oleh Umar Zakar, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada para saksi, untuk pengembagan kasus. Menurutnya, siapa pun jika terbukti, pasti akan ditetapkan sebagai tersangka. “Yang jelas proses penyidikan tetap berlangsung dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lagi,” bebernya.

Untuk kepentingan teknis, lanjut Kajari, ketiga tersangka ditahan di dua tempat yang berbeda. Dua orang tersangka, yakni MSQ dan STY ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kediri. Sementara satu tersangka lainnya, EPW ditahan di Rutan Klas IIB Nganjuk. “Ada pertimbangan lain mengapa ketiga tersangka kita tahan di dua tempat yang berbeda,” papar Umar.

Diketahui, pada pemeriksaan lanjutan ini, penyidik Kejari Nganjuk telah memanggil 3 orang rekanan dan satu pejabat Pemkab Nganjuk. Dari 4 orang yang dipanggil itu, hanya tiga orang yang datang dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. (jie)

 

Follow Untuk Berita Up to Date