Sejumlah Pengunjung Kenduren di Jombang Pingsan, Ada Apa…?

Jombang, koranmemo.com – Sempat ditiadakan pada tahun 2017 lantaran petani durian setempat mengalami gagal panen, festival Kenduri Durian (Kenduren) di Kecamatan Wonosalam, kembali digelar, Minggu (11/2).

Hanya saja, dalam pesta tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang ini sejumlah pengunjung pingsan karena kelelahan. Selain itu juga tidak sedikit dari mereka yang mengalami luka karena tidak sabar berebut durian.

Pengamatan wartawan, sejak pagi hari sejumlah kendaraan plat luar kota seperti L (Surabaya dan sekitarnya), W (Sidoarjo dan sekitarnya), AE (Madiun dan sekitarnya) serta AG (Kediri dan sekitarnya) telah memadati jalur menuju puncak acara kenduren.

Sekitar pukul 07.00 WIB, lapangan tempat kenduren telah dipadati warga yang mengikuti rangkaian acara. Baru sekitar pukul 11.30 WIB, puncak acara dimulai dengan ditandai pembacaan doa. Acara ini dibuka oleh Plt Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.

“Acara kali ini cukup lama mulainya. Jadinya banyak warga yang kelelahan,” kata Yudi, pengunjung asal Kota Surabaya.

Masih menurut Yudi, para pengunjung juga terlihat tidak sabaran berebut durian. Bahkan, begitu kirab tumpeng durian berukuran dua meter masuk ke dalam lapangan Wonosalam, tanpa dikomando, merekapun langsung merebutnya.

“Tapi tidak apa-apa (luka), saya tidak kapok. Memang tahun ini lebih seru dari sebelum-sebelumnya,” ungkap pria yang mengaku sudah tiga kali datang dalam acara yang sama ini.

Sementara, Plt. Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, usai acara menyatakan kenduren perlu dilestarikan sebagai ajang pesta rakyat.

“Kalau ada yang luka-luka, Insya Allah nanti ditata lebih baik lagi. Memang puluhan ribu warga datang. Selian Jombang ada juga dari Kediri, Surabaya, Tuban dan beberapa daerah lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.