Sediakan Layanan Aduan Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Kediri Kota Layak Anak

Kediri, koranmemo.com – Dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota Kediri tentu sudah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang hal-hal tersebut. Salah satunya adalah menyediakan layanan pengaduan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kota Kediri sudah memiliki predikat KLA sejak 2016 lalu yang sebelumnya sudah melalui verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kementerian PPA juga baru saja meninjau kembali penerapan KLA di Kota Kediri, untuk penilaian lomba KLA pada tahun ini.

Program KLA di Kota Kediri dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindugan Anak, Pengedalaian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerjasama dengan pihak berwenang lainnnya untuk menjalankan program tersebut.

Ada tiga macam kekerasan yang biasanya diterima perempuan dan anak, yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual. Kekerasan biasanya terjadi pada lingkungan terdekat seperti keluarga dan masyarakat sekitar. Dan tak jarang ini sulit terdeteksi karena perempuan dan anak menerima ancama dari pelaku.

Maka dari itu Pemerintah Kota Kediri, mengimbau agar segera melaporkan hal tersebut jika terjadi di sekitar kita. “Untuk menjaga predikat KLA, saya harap masyarakat dapat kooperatif dalam melaporkan tindakan kekerasan pada anak dan perempuan,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kediri, Apip Permana.

Sementara itu, untuk melaporkan kekerasan tersebut, masyarakat bisa langsung datang atau mengirimkan surat ke DP3AP2KB di Jalan Mayor Bismo No.17 Kota Kediri. Warga juga bisa mengirimkan pesan elektronik melalui whatsapp Sahabat Anak P2TP2A di 081234977708 dan Satgas PPA yang ada di masing-masing kelurahan di Kota Kediri. “Jangan ragu dan segera melapor jika menjumpai kekerasa yang terjadi pada perempuan dan anak,” imbuhnya.

Pada kasus kekerasan anak dan perempuan PPA Kota Kediri memiliki penanganan tersendiri, khususnya kepada anak-anak. Mereka mendapatkan pendampingan supaya menyembuhkan trauma setelah mengalami kekerasan.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date