Saur Bareng Lintas Agama, Sinta Nuriyah Ingatkan Jaga Kesatuan NKRI

Kediri, koranmemo.com – Ratusan warga dari berbagai kalangan dan lintas agama, berkumpul di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri, Jumat (31/5). Mereka mulai datang pukul 01.00 WIB, untuk mengikuti saur bersama Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Berbagai acara penyambutan Sinta Nuriyah pun dipersiapkan, mulai wayang Potehi, pencak silat dari LDII dan NU (Pagar Nusa) Kota Kediri, serta kesenian barongsai pun turut menyambut kedatangan rombongan.

Menurut Sinta Nuriyah, sahur bersama sudah dilakukan selama kurang lebih 20 tahun, terhitung sejak mendampingi Presiden Ke-Empat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, saat masih berada di Istana Merdeka, Jakarta.

Sinta Nuriyah mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk bertemu sekaligus melaksanakan sahur bersama di Kota Kediri. “Ini kali kedua saya datang ke sini, padahal kegiatan ini juga sudah lama dilaksanakan. Biasanya, kami melakukan sahur bersama dengan kaum duafa dan kaum termarjinalkan,” jelasnya, saat menyapa ratusan warga yang hadir.

Selain Kota Kediri, Sinta Nuriyah juga melakukan sahur bersama di beberapa tempat di Indonesia. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini, tidak lain untuk mengingat bahwa ia juga anak bangsa, terlebih lagi Bangsa Indonesia mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang mempunyai arti meskipun berbeda-beda tapi tetap satu.

Dengan demikian, ia meminta kepada masyarakat, jangan sampai terpecah belah, karena mulai agama, suku, budaya, bahasa, maupun pendapat tiap orang berbeda-beda. Namun, ini mengingatkan kepada masyarakat, bahwa perbedaan itulah yang menjadi wajah Indonesia.

Bahkan ia menanyakan kepada masyarakat yang hadir, siapa orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Dengan kompak, mereka menjawab ‘saudara’ sehingga tidak pantas jika saudara saling menyakiti, bermusuhan, menyebar fitnah, dan bahkan mengadu domba satu sama lain.

Ini yang perlu digarisbawahi, dan seharusnya saudara harus bisa saling menghargai, menghormati, dan mengasihi. Terlebih lagi, sekarang masih dalam suasana Ramadan serta umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Acara ini pun juha mempunyai tema ‘Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks’.

Apalagi, lanjutnya, bangsa Indonesia sudah melakukan pesta demokrasi, yaitu pemilihan umum (Pemilu) baik Pilpres maupun Pileg. “Hampir di setiap tempat yang saya datangi, masyarakatnya mengaku tidak ada masalah dan berjalan lancar, aman dan damai. Lantas, mengapa ada demo di Jakarta,” tanya Sinta Nuriyah.

Menurutnya, masih ada virus kebencian yang singgah di setiap hati manusia. Seharusnya, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi ilmu agama sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing, dapat membentengi diri dari virus kebencian dengan amalan dan ajaran yang sudah diperoleh dan dipahami.

Dikatakan, bagi umat muslim yang menjalankan puasa, masih banyak yang belum mengerti dan memahami apa hakikat berpuasa. Jangan sampai hanya mendapat rasa lapar dan dahaga, serta menjalankan puasa hanya untuk menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Padahal, lanjutnya, hakikat dari puasa itu sangat banyak manfaat dan pelajarannya, seperti melatih kesabaran, melatih moral, melatih keikhlasan, dan saling tolong menolong satu sama lain. Bukan justru menjatuhkan, menjelek-jelekkan, dan menebar fitnah dengan berita yang tidak benar, terutama untuk kepentingan atau kelompok, atau bahkan kepentingan pribadi.

Acara yang sangat santai ini, berungkali mengundang tawa dari masyarakat yang hadir. Ini lantaran, selama Sinta mengajak masyarakat melakukan dialog santai dan banyak canda tapi juga mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dan terakhir, masyarakat diajak bersalawat serta mengucapkan yel-yel, ‘NKRI-Harga Mati!, Pancasila-Jaya!’.

Sementara itu, Koordinator Paguyuban Lintas Masyarakat (PaLM) Taufik Al Amin mengatakan, ini merupakan keberkahan bagi masyarakat di Kota Kediri, pasalnya ada lantunan shalawat, ayat-ayat suci Alquran, dan masih banyak lagi doa dari lintas agama menggema di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong. Dengan kebersamaan ini, diharapkan dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia, khususnya di Kota Kediri.

Hal senada juga diutarakan Prajitno Sutikno, Ketua Umum Yayasan Tri Darma Tjoe Hwie Kiong, dengan dipilihnya Kelenteng sebagai tempat penyelenggaraan acara, juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat dan simpatisan. Ia pun berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat menjaga kerukunan dan keakraban antar umat beragama. “Dan yang terpenting, situasi di Kota Kediri dapat terjaga dan tetap kondusif. Semoga bisa menjadi contoh daerah yang lain,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date