Satu Kampung Produksi Arjo Made in Poncol Digerebek, Warga Tuntut Ada Solusi?

Ngawi, koranmemo.com- Sedikitnya 76 rumah yang selama bertahun-tahun memproduksi minuman keras (miras) jenis arak jowo (arjo) made in Poncol di Desa Kerek, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Rabu (2/5) akhirnya digerebek petugas gabungan dari Polres Ngawi, TNI dan Satpol PP.

“Ini merupakan operasi razia penertiban miras. Warga desa ini mayoritas memang memproduksi arak jowo sebagai mata pencarian,” ujar Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kepada wartawan saat memimpin langsung penggerebekan, Rabu (02/04).Dalam penggerebekan ini, kata Pranatal, meski tidak ditemukan warga yang memproduksi, namun anggota nenemukan puluhan drum barang bukti berisi bahan baku arjo.Barang bukti, lanjutnya, berupa cairan tetes tebu dari limbah pabrik gula yang disimpan warga.

 “Kami temukan barang bukti bahan tetes tebu termasuk peralatan produksi, sehingga kami laksanakan prosedur penyitaan. Semua barang bukti kami tandai dengan police line dan tidak boleh dibuka,” terangnya.

Sebanyak 76 warga diberikan peringatan untuk tidak memproduksi miras dan diminta membersihkan semua peralatan yang ada. “Peringatan sudah seminggu lalu dan hari ini meski tidak produksi, namun masih kami temukan peralatan memproduksi. Sehingga kami lakukan penyitaan hari ini di 8 rumah produksi terbesar dari 76 yang ada,” katanya.Sementara itu salah satu warga yang memproduksi arjo mengaku tidak tahu harus berbuat apa atas penutupan rumah produksinya. “Ndak tahu pak mau usaha apa, bingung. Kami berharap pemerintah ada solusi,” terang salah satu warga berinisial MY (38) usai rumahnya jadi sasaran penggerebekan.

Dari data perangkat Desa Kerek, di Dusun Poncol terdapat 145 rumah. Dari jumlah tersebut ada 76 rumah yang mata pencariannya sebagai pembuat arjo. Arjo made in Poncol kebanyakan dibeli orang-orang dari wilayah Ngawi, Magetan, juga Madiun.

“Iya betul mayoritas memang produsen arjo dan tampaknya semakin bertambah. Jadi warga Ngawi tidak asing kalau Desa Kerek disebut kampung arjo” tutur Suprapti, Kepala Desa Kerek.
Reporter: Dika Abdillah/Juremi
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date