Satsabhara Polresta Kediri Sita Ratusan Botol Miras Ilegal

Kediri, koranmemo.com – Petugas Satsabhara Polres Kediri Kota menyita 299 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan ukuran, Senin (25/3). Sebagian besar miras disita dari pemilik warung yang nekat menjual tanpa dilengkapi izin. Selain miras yang diproduksi oleh pabrik, petugas juga menyita miras dari hasil racikan sendiri.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi mengatakan, petugas yang melakukan operasi miras, bertujuan untuk menekan peredaran miras di wilayah hukum Polres Kediri Kota. “Ratusan botol miras yang diamankan, selain tidak dilengkapi izin juga melanggar peraturan daerah dan peraturan kementrian perdagangan (Kemendag),” jelasnya, saat ditemui koranmemo.com, Senin (25/3).

Petugas yang melakukan operasi miras dengan menyasar delapan kecamatan, tiga kecamatan di Kota Kediri dan lima kecamatan di Kabupaten Kediri sebelah barat. Pada bulan Maret, petugas setidaknya menyita 80 botol miras ilegal, diantaranya 48 botol miras jenis arak jowo (arjo) berukuran 600 militer, 14 botol miras berukuran 920 mililiter, 3 botol anggur merah berukuran 620 mililiter, dan 3 botol anggor 500 berukuran 330 mililiter.

Pada bulan Januari, petugas menyita 147 botol miras dan pada bulan Februari menyita 72 botol miras illegal. Jadi, sejak bulan Januari sampai tanggal 22 Maret, petugas menyita 299 botol miras illegal. Padahal, operasi yang dilakukan pada bulan Maret untuk triwulan pertama masih belum selesai, masih menyisakan beberapa hari lagi sehingga kemungkinan jumlah ini masih terus bertambah.

Yang menjadi prihatin, para penjual mengaku hasil penjualan untuk keperluan sehari-hari. Padahal rata-rata usia mereka sudah di atas 30 tahun, dan beberapa penjual masih sanggup untuk melakukan pekerjaan yang lain. “Kami juga melakukan imbauan dan pengarahan supaya tidak menjual miras. Karena dapat merusak kesehatan, belum lagi permasalahan yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi miras,” tuturnya.

Sementara itu, AKP Riko Saksono, Kasat Sabhara Polres Kediri Kota menambahkan, operasi ini menindaklanjuti program Zero Tolerance Miras dalam pemberantasan miras tanpa izin di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Serta barang bukti (BB) yang diamankan petugas tidak dilengkapi izin jual, sebagian besar miras juga tidak diketahui kadar alkohol sehinga membahayakan kesehatan.

Para penjual miras tanpa izin, sambung Riko, akan dilakukan proses lebih lanjut dengan perkara tindak pidana ringan (tipiring). “Setelah proses persidangan, mereka akan dikenakan denda paling ringan Rp 500.000 sampai Rp 5 juta. Atau dikenakan subsider jika tidak sanggup membayar denda, dengan hukuman kurungan penjara selama 5 sampai 10 hari,” tandasnya.

Reporter Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date