Satpol PP Turunkan Baliho Raksasa Liar

Nganjuk, koranmemo.comSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Nganjuk menurunkan baliho berukuran raksasa di wilayahnya, Rabu (8/8). Penurunan baliho paksa dan juga penyegelan dilakukan oleh petugas lantaran pemasangan baliho tersebut tidak mengantongi izin, sehingga berpotensi merugikan Negara.

Pantauan koranmemo.com, petugas gabungan dari Satpol PP, Damkar, TNI, Polri, Perizinan, dan Dishub Kabupaten Nganjuk, terpaksa harus menurunkan baliho itu. Pasalnya, baliho raksasa yang terpampang di Jalan Ahmad Yani dan Kelurahan Poso, Nganjuk, melanggar Kemen PU No. 20 tahun 2010.

Informasi yang dihimpun, baliho tersebut sudah terpasang sejak lama tanpa mengantongi izin serta tidak membayar pajak reklame. Otomatis hal itu menjadi penyebab kerugian negara selama bertahun-tahun.

Kasatpol PP Nganjuk, Abdul Wakhid mengatakan, penertiban baliho ini sudah dilakukan selama dua bulan terakhir. Hal itu sebagai tindak lanjut terkait maraknya baliho bodong yang terpampang di pinggir jalan di lingkungan Kabupaten Nganjuk.

“Sudah dilakukan selama dua bulan terakhir, untuk menindaklanjuti banyaknya baliho bodong yang terpampang,” ungkapnya kepada wartawan.

Wakhid berharap penertiban ini dapat membuat para pengusaha jasa reklame mematuhi aturan, sehingga segera mengurus izin dan membayar pajak reklame. “Penertiban ini diharap bisa berdampak pada pendapatan asli daerah,” imbuhnya.

Satpol PP juga mengingatkan kepada pengusaha jasa reklame agar segera menurunkan reklame yang melanggar Kemen PU No 20 tahun 2010. Apabila selama batas waktu yang ditentukan peringatan tersebut tidak diindahkan, maka petugas akan merobohkan bangunan yang ada di jalan Ahmad Yani itu.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date