Satlantas Ikuti Event Pelayanan Publik

Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

 

Guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya terkait pelayanan perpanjangan surat ijin mengemudi (SIM), serta perpanjangan pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Tulungagung turut hadir pada event pelayanan publik dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Tulungagung ke-811, di halaman kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

 

Berdasarkan pantauan Koran Memo, warga terlihat antusias memanfaatkan event yang diselenggarakan selama lima hari atau sejak (31/10) hingga (04/11). Mereka mendatangi stan Polres Tulungagung untuk sekedar mencari informasi dan ada juga yang secara langsung memanfaatkan pelayanan seperti perpanjangan SIM maupun pajak STNK.

Kapolres Tulungagung, AKBP FX Bhirawa Braja Paksa melalui Kasatlantas, AKP Donny Dwija Romansa mengatakan, sebenarnya pelayanan ini sama seperti pelayanan di kantor SIM maupun Samsat. Hanya, pihaknya memanfaatkan program SIM keliling untuk dihadirkan pada event pelayanan publik yang digelar oleh Pemkab Tulungagung. “Disini kami melayani proses perpanjangan SIM/STNK saja. Namun, untuk proses yang kepengurusan SIM/STNK baru tetap mengurus di kantor. Sebab, untuk pemohon SIM harus mengikuti uji teori maupun praktik,” katanya.

Pada stan yang disediakan tersebut, kata Donny, pemohon perpanjangan SIM yang datang cukup membawa persyaratan administrasi meliputi SIM lama beserta dengan kartu tanda penduduk (KTP) pemohon. Di lokasi tersebut selain petugas dari Satlantas yang melayani, juga ada petugas dari bank BRI serta petugas kesehatan. “Nanti pemohon yang mengurus perpanjangan di lokasi stan, SIM akan langsung jadi dan bisa diambil,” ujarnya.

Perwira dengan tiga balok di pundaknya itu menambahkan, bagi SIM yang sudah habis masa berlakunya meskipun lebih satu hari, maka pemohon wajib mengurus kembali seperti kepengurusan SIM yang baru. Lanjut Donny, untuk perpanjangan SIM C dikenakan biaya sebesar Rp 80 ribu, sedangkan untuk SIM A sebesar Rp 100 ribu. “Ya pemohon diwajibkan memperpanjang SIM-nya kembali minimal dua minggu sebelum masa berlakunya habis,” tegasnya.

Donny menambahkan, selain itu pihaknya akan melaksanakan sosialisasi aplikasi e-Tilang. Dalam aplikasi itu, setiap petugas pada saat memberi tindakan langsung (tilang) kepada para pelanggar lalu lintas, cukup menuliskan identitas pelanggar melalui aplikasi tersebut.

Sedangkan para pelanggar akan membayar denda tilang melalui bank, dengan denda maksimal. Namun, pelanggar tidak perlu khawatir. Apabila pihak pengadilan sudah memutuskan denda yang wajib dibayar oleh pelanggar, serta pembayaran sebelumnya lebih besar dari denda yang dijatuhkan oleh pihak pengadilan, pelanggar akan mendapatkan kembaliannya.

“Semisal pelanggar sebelumnya membayar denda maksimal sebesar Rp 500 ribu, namun dari putusan sidang ternyata denda yang wajib dibayar sebesar Rp 250 ribu. Nanti, pelanggar akan menerima kembalian dengan cara ditransfer melalui buku rekening,” jelasnya.

Donny menuturkan, untuk Kabupaten Tulungagung penerapan e-Tilang masih dalam proses sosialisasi. Direncanakan pada awal Desember, program tersebut akan dilaksanakan. “Kami masih gencar melakukan sosialisasi, di sekolah maupun instansi,” ujarnya. (den/JB)

 

Follow Untuk Berita Up to Date