Satgas Pangan Gerebek Usaha Daging Ayam Busuk

Madiun, koranmemo.com-Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Madiun menggerebek usaha daging ayam UD. Harapan di jalan Setia Budi, Kota Madiun, Selasa (6/2). Satgas pangan menemukan puluhan kilogram daging ayam broiler busuk alias tidak layak konsumsi.

Kasat Reskrim, Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro mengatakan, dari hasil pengecekan tempat penyimpanan daging ayam potong atau daging broiler tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan pangan sesuai undang-undang nomor 10/2012 tentang pangan. Petugas pun akhirnya menyegel sementara empat unit freezer atau lemari pendingin yang digunakan sebagai tempat penyimpanan daging ayam.

“Jadi ditempat itu diduga untuk menyimpan kepala ayam, jeroan dan daging. Kita juga menduga, daging ayam yang baru dicampur dengan daging ayam yang sudah lama dan tidak layak konsumsi,” katanya, Rabu (7/2).

Selain daging ayam yang diduga dicampur, petugas juga menemukan tempat pengolahan tidak sesuai standar. Jika sampai ke pasaran, dikhawatirkan itu akan berdampak terhadap kesehatan konsumen.

“Cara penyimpanannya juga tidak standar, sehingga mengakibatkan daging ayam ini berbau,” ujarnya sebari menjelaskan telah mengamankan sekitar satu kwintal daging ayam.

Sampai saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan. Satu orang saksi berinisial YA merupakan karyawan juga turut diperiksa di Mapolres Madiun Kota. Usai itu, petugas juga bakal memeriksa pemilik perusahaan.

Dikatakan, setelah pemanggilan saksi dinilai cukup, kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dalam kasus penyimpanan daging ayam yang tidak layak konsumsi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, daging ayam tersebut dipasarkan di wilayah Kota Madiun.

“Kita belum bisa menentukan apakah ini menyalahi aturan. Karenakita masih melakukan pemeriksaan saksi. Kita juga belum bisa menentukan siapa tersangkanya,”tandasnya.

Reporter: M Adi Saputra/Juremi

Editor: Achmad Saichu

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.