Sarana Pendidikan Tak Tersentuh Pemerintah, Gedung SDN Rusak Parah

Nganjuk, koranmemo.com – Bangunan SDN Karangsono Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, mengalami kerusakan sangat parah dan butuh segera direhab. Bahkan, guru SD setempat harus merelakan ruangan guru ditempati para siswa demi keselamatan peserta didik.

Otomatis kondisi tersebut membuat suasana kegiatan belajar mengejar kurang nyaman. Para siswa maupun guru kerap merasa was-was serta ketakutan jika bangunan sekolah mendadak roboh. Terlebih, sekolah dengan bangunan model lama itu sudah belasan tahun belum mengalami rehab.Pranyoto Hadi, Kepala SDN Karangsono mengungkapkan, dari enam kelas yang seharusnya terpakai, semuanya mengalami kerusakan parah. Bahkan, tiga kelas di antaranya tidak dapat dipakai, sehingga ruang guru dan  UKS harus direlakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami was-was jika sewaktu-waktu roboh, karena kondisi atap sudah tidak kokoh dan banyak yang keropos. Para guru akhirnya juga harus rela menempati ruangan sisa yang rusak, karena keterbatasan ruang yang ada,” ungkapnya.

Kondisi yang sangat mengkhawatirkan menurutnya adalah ketika hujan turun. Karena kayu atap di semua ruangan dalam kondisi melengkung, dan pasti akan bocor lantaran genting banyak yang rusak. Belum lagi kondisi dinding banyak yang berlubang, serta kayunya sudah lapuk akibat dimakan rayap.

“Terlihat pada kusain dan pilar penyangga rata-rata banyak yang lapuk akibat dimakan rayap. Kalau musim hujan pasti kegiatan belajar mengajar terganggu, karena kami juga takut bangunan mendadak roboh saat musim hujan,” jelasnya.

Kepala sekolah menyampaikan, SDN Karangsono mendapatkan rehab terakhir beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi kondisi sekolah saat ini menunjukkan sudah waktunya dilakukan rehab kembali. Apalagi dinding yang dipakai masih model lama, yaitu terbuat dari gamping.

“Tiga ruang kelas saat ini harus dikosongkan, selain sudah usang juga karena bangunan yang dibangun sejak 2007 silam ini belum tersentuh bantuan maupun rehab apapun,” tukasnya.

Pihak SDN Karangsono berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memperhatikan sekolahnya. Terlebih di musim penghujan seperti ini kondisi bangunan yang ada dapat mengancam keselamatan para siswa.

Kendati demikian, kondisi sekolah yang ada tidak menyurutkan semangat para siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar. Walaupun mengalami keterbatasan ruangan, mereka dengan sangat terpaksa tetap memakai kelas tersebut untuk menimba ilmu.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date