Sambangi Rumah Duka Korban ‘Selfie Maut’, Kapolres Beri Bantuan Solar Cell

Trenggalek, Koranmemo.com – Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S menyambangi rumah duka korban tenggelam di RT 25/RW 07 Dusun Sugihan Desa Sumberingin Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, Kamis (3/1). Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek itu sebagai wujud rasa belasungkawa atas insiden tersebut, sekaligus menyerahkan bantuan sosial (Bansos) kepada keluarga korban.

Tak hanya memberikan bansos, Kapolres juga memberikan bantuan solar cell kepada korban sekaligus menyerahkan motor milik Joko Susapto (36), korban tenggelam di air terjun Jurug Gue bersama dua anaknya. Sebelumnya, bapak empat anak itu tewas bersama dua anaknya Arinda (11) dan Fais (10) setelah terpeleset usai berswafoto (selfie) di Jurug Gue, tepatnya masuk wilayah Perhutani di Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek, Selasa (1/1).

“Saya selaku Kepala Kepolisian Resort Trenggalek pertama mengucapkan rasa berduka cita atas meninggalnya almarhum beserta anaknya. Kemudian upaya kami terhadap keluarga korban kami berikan bantuan (santunan,red) dan bantuan penerangan perangkat solar cell berkapasitas 900 watt. Tadi kami juga menyerahkan motor milik korban yang pada saat itu diamankan anggota (polsek,red) kepada ahli warisnya yaitu istrinya,” ujarnya seusai menyambangi rumah duka.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Didit menyebut telah memasang papan larangan untuk bermain atau mandi di sepanjang aliran sungai yang menewaskan tiga anggota keluarga tersebut. Pasalnya kondisi medan yang cukup terjal dan berbahaya menjadi pertimbangan sehingga Jurug Gue bukan termasuk kawasan wisata. Hingga saat ini belum ada yang mengelola kawasan air terjun Jurug Gue yang belakangan viral pasca insiden tersebut.

“Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk sementara waktu kami pasang papan himbauan dengan Perhutani agar masyarakat lebih berhati-hati di kawasan itu. Mengingat kondisi alamnya berbahaya, banyak bebatuan tajam dan licin,” ujar Didit sembari menyebut jika Jurug Gue sering kali dikunjungi masyarakat baik untuk bersantai maupun hanya sekedar jalan-jalan.

Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek menyebut jika air terjun berukuran kecil Jurug Gue bukan merupakan lokasi wisata resmi dikelola oleh pemerintah maupun instansi lainnya. Kawasan air terjun tersebut masih belum ada pengelolanya. Air terjun Jurug Gue masuk Petak 98 E RPH/BKPH Karangan Kabupaten Trenggalek, tepatnya di RT/RW 06 Dusun Dawuhan Desa Mlinjon Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek.

“Yang jelas ini merupakan peristiwa bencana dan pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban,” ujarnya, Rabu (2/1) kepada awak media di Tulungagung.

Sebagai evaluasi pasca insiden itu, Pemerintah (Pemkab) Trenggalek akan melakukan audit titik rawan di sejumlah lokasi, yang ramai dikunjungi masyarakat. Mereka akan memasang papan himbauan agar wisatawan baik warga masyarakat agar tidak mendekat ke titik rawan. Pemkab juga meminta kepada pengelola wisata untuk memperhatikan keselamatan pengunjung.

“Secepatnya papan himbauan itu akan kami pasang, yang jelas keselamatan pengunjung harus diutamakan,” kata Calon Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih itu.

Untuk diketahui, sebelumnya satu keluarga asal Desa Sumberingin Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek menjadi korban saat mengisi liburan tahun baru di Air Terjun Jurug Gue. Tiga diantaranya meninggal dunia sedangkan tiga lainnya selamat. Mereka tergelincir jatuh ke dalam kolam sungai seusai selfie mengabadikan liburan bersama keluarga.

Reporter Angga Prasetya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date