Salurkan Rp 2,5 T untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pelaku Usaha Ultra Mikro

Malang, koranmemo.com-Dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat Pemerintah Indonesia menjalankan program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di 21 daerah kabupaten/kota se-Indonesia. Dengan itu Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) pada tahun 2018 akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk memperluas pembiayaan hingga mencapai 800 ribu nasabah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat mengunjungi nasabah UMi Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan di Pasar Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (4/1).

Ditambahkan, sebelumnya Pemerintah Indonesia melakukan uji coba program tersebut di 21 daerah dengan anggaran yang akan disalurkan sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun 2017 untuk para pelaku usaha UMi sebanyak 307.032 debitur. Seperti penjual ayam potong, penjual sandal dan pakaian serta para pedagang makanan seperti es degan dan lainnya.

“Mereka biasanya meminjam sekitar Rp 5 juta hingga maksimum Rp 10 juta selama 4-5 bulan. Selain itu, saya apresiasi untuk para petugas Koperasi Sidogiri yang sudah canggih dengan memakai telepon selular untuk melihat saldonya,” ungkapnya.

Dengan adanya akses pendanaan itu, masyarakat setidaknya mendapatkan modal kerja dengan bunga yang sangat rendah. Sebelum adanya UMi, mungkin masyarakat juga dapat meminjam modal, namun dengan bunga yang tinggi.

“Kami berharap masyarakat mendapat modal kerja dengan bunga yang tidak ‘mencekik leher’ atau tinggi tapi bisa membantu dan tentunya halal serta amanah. Sehingga dapat menjalankan perekonomian yang baik,” ujarnya.

Memang saat ini pemerintah mencari koperasi-koperasi yang sudah berfungsi dengan baik seperti Koperasi Sidogiri sebagai penyalur saat ini. Namun, pihaknya mendapat laporan jika saat ini sangat sedikit sekali jumlah koperasi yag dirasa sudah mampu menjalankan dengan baik.

“Jika pemerintah membuat program untuk usaha kecil, seharusnya juga membantu untuk membina atau membimbing koperasi yang belum mampu agar bisa untuk menjadi penyalur agar mereka kuat. Jika para koperasi kuat nantinya juga akan memberi manfaat kepada masyarakat,” tuturnya.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.