Sakit Hati Karena Ingin Akhiri Selingkuh, Pengakuan Pembunuh Perempuan Bercadar

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Teka teki mengapa Makrus (38) nekat mengakhiri hidup Nurul Khotimah (38) warga Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung mulai terungkap. Pria asal Kecamatan Wates tersebut merasas sakit hati karena Nurul ingin mengakhiri hubungan perselingkuhan yang telah mereka jalin sejak tahun 2013 itu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan saat press rilis, Rabu (10/1). Dikatakan, setelah beberapa hari melakukan pemeriksaan, akhirnya Makrus mengakui perbuatannya.

Dia mengungkapkan sakit hati karena satu hari sebelum kejadian Nurul mengirimkan pesan singkat kepada Makrus. Pesan singkat tersebut berisikan tentang keinginan Nurul untuk mengakhiri hubungan gelap yang mereka lakukan.

“Dari hasil penyidikan pelaku mengaku sakit hati karena korban ingin mengakhiri hubungan asmara mereka. Korban merupakan mantan pacar pelaku saat SMP,” ungkapnya.

Makruspun akhirnya meminta Nurul untuk menemuinya untuk membahas masalah tersebut. Keduanya akhirnya bertemu di rumah sakit Dr Iskak, Kabupaten Tulungagung. Lokasi pertemuan tersebut diperkuat dengan bukti CCTV yang merekam mobil pelaku parkir di rumah sakit tersebut.

“Korban datang mengendarai sepeda ontel. Kita telah menemukan bukti rekaman CCTV yang merekam kendaraan korban dan pelaku,” tegasnya.

Pelaku kemudian mengajak korban pergi mengendarai mobilnya, sementara sepeda milik korban masih berada di rumah sakit. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami dimana Makrus mengakhiri nyawa Nurul. Pasalnya sampai saat ini Makrus masih berbelit-belit saat dimintai keterangan.

Pada saat pemeriksaan Makrus mengaku sempat ke Kabupaten Jombang untuk membuang tali yang digunakan menjerat leher Nurul. Kemudian dia mempir ke sebuah kios di Kecamatan Purwoasri  membeli kertas dan spidol yang digunakan  menulis wasiat agar Nurul dimakamkan secara islami.

“Kita masih akan melakukan rekontruksi agar semua terbuka secara gamblang. Pelaku sampai saat ini masih berbelit-belit saat dimintai keterangan,” tegas Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (5/1) warga Desa Menang, Kecamatan Pagu digegerkan dengan penemuan sosok mayat perempuan bercadar. Perempuan yang dari identifikasi diketahui bernama Nurul tesebut digeletakkan di depan masjid Anas Bin Fadolah.

Pada saat ditemukan dalam keadaan terlentang. Di atas tubuh korban ditemukan kertas bertuliskan “rawatlah sesuai syariat islam. Jangan cari tahu siapa saya”. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pagu untuk proses lebih lanjut.

Reporter: Nuramid Hasyim

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz