Ringkus Satu Pengedar dan Lima Kurir Sabu

Mojokerto, koranmemo.com – Aparat Satreskoba Polres Kota Mojokerto meringkus 6 orang budak sabu yang terdiri dari satu pengedar dan lima kurir sabu dalam operasi penangkapan yang digelar tiga hari berturut-turut pada tanggal 20-22 November. Mereka adalah Godeg (36), warga Kelurahan Pulorejo Kecamatan Prajurit Kulon, Kenki Arif Efendi (35), warga Kelurahan Kauman Kecamatan Prajurit Kulon, Gatot alias Bandem (40) dan Irwan Erik (29), warga Kelurahan Pulorejo Kecamatan Prajurit Kulon, Fengki Solanda (21), warga Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon, serta Purwo Adi alias Gerandong (36), warga Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.

Kasat Reskoba Polres Kota Mojokerto, AKP Hendro Susanto mengatakan, para budak sabu yang beroperasi di Kota Mojokerto itu merupakan satu jaringan. Tersangka Godeg merupakan pengedar sementara lima lainnya merupakan kurir. Kelima kurir mendapatkan pasokan sabu dari Godeg untuk diecer ke para pengguna di Kota Mojokerto. “Godeg sudah tiga kali ini kami tangkap atas kasus yang sama. Dia mendapatkan barang dari Surabaya, transaksi dengan cara diranjau. Kami hanya mendapatkan nama samaran bandarnya dengan inisial G,” kata Hendro kepada wartawan, Kamis (24/11).

Namun demikian Hendro mengaku kesulitan untuk mengungkap bandar besar yang menyuplai sabu ke Godeg. Begitu juga pada beberapa jaringan pengedar sabu yang diungkap sebelumnya. Terbukti bandar besar itu bisa dengan mudah menyuplai sabu ke jaringan mereka di Kota Mojokerto. “Untuk kasus yang dulu dengan bukti 100 gram sabu dikendalikan oleh napi di Lapas Pamekasan, kesulitan kami saat digeledah tak menemukan barang bukti. Yang kasus ini ke bandarnya masih kami lidik, karena sistem jaring, mereka sengaja memutus mata rantai jaringan,” ungkapnya.

Dari tangan jaringan pengedar pimpinan Godeg ini, tambah Hendro, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai hasil penjualan Rp 38,419 juta, 58,71 gram sabu, 0,72 gram ganja kering, 19 butir ekstasi, 8 ponsel, 3 timbangan digital, dan beberapa alat hisap sabu.

Para pengedar narkotika golongan 1 itu dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) susider Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. “Ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date