Ringankan Beban Nelayan, PWI Bersama Polres Gelontorkan Beras

Lamongan, koranmemo.com – Bhakti Sosial (Baksos) di wilayah pesisir Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan yang dihelat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan bersama Polres Lamongan mendapat respon positif dari para nelayan di kawasan Paciran Kabupaten Lamongan, Jum’at (29/2).

Hal itu dibuktikan dengan kedatangan sejumlah warga Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan di Masjid Nadwatul Islam Dusun Sukunan Desa setempat. Selain dihadiri Muspika setempat juga Kapolres, AKBP Feby DP Hutagalung, S.I.K.,M.H didampingi para Kasat juga turut hadir.

Dalam kesempatan itu, sejumlah bantuan beras sekitar 1 ton yang sudah dikemas dalam kantong plastik ukuran 5 kilogram siap diberikan kepada setiap nelayan. Kegiatan tersebut berkat dukungan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI) Kabupaten Lamongan.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan, Bachtiar Febrianto dalam penjelasannya di hadapan nelayan mengaku kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian HPN tahun 2019. Dia pun menilai momen tersebut dimanfaatkan juga sebagai ajang silaturahmi jajaran Polres Lamongan, PWI dengan nelayan.

Febri, dalam penjelasannya sambil mengenalkan terdapat 3 organisasi yang diakui pemerintah yakni PWI, AJI dan IJTI, dia juga berharap masyarakat Paciran khususnya para nelayan harus mengetahui mana yang benar-benar pewarta, sebab, tidak mudah jika dianggap wartawan yang mempunyai elektabilitas.

“Seiring banyaknya wartawan, rekan nelayan harus mengetahui sedikit informasi. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin dinyatakan layak, diantaranya, lulusan S 1 dan harus mengikuti uji kopetensi yang digelar oleh organisasi wartawan tersebut di atas,” jelas Febri.

Dia pun menambahkan bahwa atas nama PWI sangat berterima kasih kepada Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung beserta para kasat dan jajaran Muspika, serta HNSI dan ANI atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini. “Dalam bhakti sosial juga ada peran dari jajaran kepolisian, HNSI dan ANI, kami mengucap banyak terima kasih,” ungkap Febri dihadapan para nelayan.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung menjelaskan peran wartawan diakui sangat menentukan kondisi wilayah dalam segala hal. Seperti diungkapkan Ketua PWI sebelumnya, Kapolres meminta rekan nelayan untuk bisa memilah mana saja wartawan yang dinyatakan layak, sebab, dalam menyuguhkan informasi yang dikemas dalam sebuah berita, disitulah kwantitas dan kwalitasnya melekat.

Apalagi, tambah Feby, di tahun ini secara beruntun ada proses demokrasi. Diharapkan semua lapisan masyarakat bisa memilah berita palsu (hoax) dan mana berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya. “Hal itu ada keterkaitannya tentang kamtibmas di sebuah wilayah. Tidak boleh menjelekkan yang lain meski ada perbedaan,” pinta Feby.

Yang paling utama, masih menurut Feby, sebelum dan sesudah pesta demokrasi jangan sampai ada keributan. Perbedaan itu adalah indah, karena menurutnya kita di lahirkan itupun ada perbedaan.
Dari situlah kita bisa menyikapai perbedaan itu dengan dingin dan baik. “Syukuri mata pencaharian sebagai nelayan. Perbedaan pilihan itu hanya pada saat coblosan. Jika tetap ada keributan itu sudah ndak waras,” ungkapnya.

Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan adalah faktor utama. Diakui, Polri tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran serta masyarakat. Lagi-lagi Feby meminta agar para nelayan bijak dalam menggunakan media sosial, sebab, semua ada Undang-Undang yang mengatur. Jangan sampai dijerat dan masuk ranah hukum karena terlalu kebablasan meng-upload sebuah informasi yang tidak benar.

Ukuwah islamiyah harus tetap terjaga. Jangan sampai terjadi perang opini. “Jangan sampai dipenjara karena menyebar informasi tidak benar. Jika tiba saatnya, hadirlah pada saat coblosan, pilihlah sesuai hati, berikan hak suara, jangan jadi golput. Karena saat ini berbasis demokrasi. Intinya bagaimana kita jalin persatuan. Kita harus saling mendukung,” tutup Feby sembari memberikan bantuan beras secara simbolis kepada nelayan.

Reporter Fariz Fahyu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date