Ribuan Santri Kota Kediri Terima Surat Pindah Memilih

Kedirikoranmemo.com – Ribuan santri di Kota Kediri tetap bisa memberikan hak pilihnya meski tidak berada di daerah asal. Hal itu setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menfasilitasi pindah memilih (form A5) santri yang berasal dari daerah bukan Kota Kediri mulai, Selasa (12/2).

KPU Kota Kediri melakukan layanan jemput bola daftar pemilih tambahan (DPTb) di tiga pondok pesantren (Ponpes) besar mulai dari Ponpes Lirboyo Kecamatan Mojoroto, Ponpes Walibarokah Kecamatan Kota, dan Ponpes Kedunglo Kecamatan Mojoroto. Data sementara santri yang sudah dilakukan fasilitasi form A5 tercatat 4.113 dari Ponpes Lirboyo, 48 santri dari Ponpes Kedunglo, dan 728 santri dari Ponpes Walibarokah.

Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Perencanaan dan Data, Anis Iva Permatasari mengatakan, setelah mendapatkan informasi ribuan santri yang tidak bisa melakukan proses pindah memilih membuat KPU membuka layanan langsung di ponpes. “Hari ini kita bagi tiga tim untuk di tiga pondok pesantren langsung. Karena disini santrinya tidak hanya dari Jawa Timur saja justru banyak yang dari luar pulau sehingga untuk mendapatkan form A5 dari daerah asal itu tidak mudah maka kita langsung fasilitasi saja agar tetap bisa memberikan hak pilihnya pada 17 April nanti,” katanya.

Anis Iva menambahkan, dalam mendapatkan form pindah memilih aturan awal harus mendapatkan dari daerah asal. Namun, selang beberapa waktu KPU RI memperbolehkan layanan form A5 bisa dilakukan di KPU yang dituju dengan syarat sudah terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) dari daerah asal.

“Yang tidak punya form A5 dari daerah asal bisa kita layani dengan membawa bukti terdaftar di DPT asal dan KTP asli. Untuk di Lirboyo ini kita sudah melakukan pendataan secara kolektif sekarang tinggal pendataan setiap santri,” jelasnya.

Sementara, dengan mendapatkan form A5 dipastikan santri-santri tersebut bisa memberikan haknya untuk memilih. Namun, pemberian surat suara akan tergantung pada daerah asal dari santri. “Perlu diingat, jika mereka masih warga Jawa Timur berarti dapat surat suara dua DPD dan Pilpres, tapi kalau misal luar provinsi atau bahkan luar pulau maka hanya bisa mendapatkan satu surat suara saja yaitu Pilpres,” tandas Anis Iva.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date