Ribuan Lulusan SMK se-Jatim Serbu Job Matching

Sidoarjo, koranmemo.com –  Lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak perlu khawatir. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan fasilitas Program nasional yang dilaksanakan di 34 provinsi, termasuk  di Provinsi Jawa Timur (Jatim) yakni Job Matching.

Job Matching merupakan program untuk mengurangi pengangguran lulusan SMK dengan mempromosikan sumber daya yang dimiliki oleh para lulusan dari SMK. Program itu bertujuan untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri.

Di Sidoarjo, tepatnya di SMK 1 Buduran, Jl Jengolo 1-B, Kecamatan Buduran, Sidoarjo pada hari Rabu (15/11/2017) diselenggarakan even bagi para lulusan SMK se- Jatim tersebut.

Salah satu peserta, Sista Faizza Rohma (20), mengatakan program Job Matching ini sangat bermanfaat. Dari pengalamannya selama mencari pekerjaan, perusahaan kebanyakan menginginkan seorang yang sudah berpengalaman.

“Setiap melamar pekerjaan selalu ditolak. Karena perusahaan menginginkan pekerja yang berpengalaman kalau tidak lulusan minimal D3. Sedangkan di SMK sendiri kan pengalamannya waktu magang saja, itupun hanya 6 bulan,” keluh siswi lulusan SMK tahun 2016 tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Buduran Dra. Agustina, M.Pd. mengungkapkan,  Job Seeker yang sudah mendaftar ada 4.318 orang dari SMK baik negeri maupun swasta se -Jawa Timur. Sedangkan perusahaan yang bergabung ada 50 perusahaan lebih yang sebagian besar dari perusahaan di bidang pariwisata. “Sekitar 4.318 job seeker yang mendaftar dan 50 perusahaan yang bergabung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agustina berharap para siswa lulusan SMK khususnya yang baru lulus agar tidak bingung lagi dalam mencari pekerjaan maupun menyalurkan bakatnya.

“Sekarang pendaftaran juga sudah bisa diakses melalui online di daerah masing-masing dan saya berharap para alumni SMK bisa memanfaatkan event ini. Karena banyak industri yang sudah memanfaatkan,” ucapnya.

Terkait keluhan para lulusan yang selalu ditolak oleh perusahaan karena pengalaman kerja, pihaknya tidak membenarkan. Karena waktu magang menurutnya sudah bisa sebagai acuan pengalaman kerja. Namun, perusahaan juga memiliki peraturan-peraturan. “Menurut saya selama 6 bulan magang itu sudah cukup sebagai pengalaman kerja. Tapi perusahaan kan beda-beda,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Jawa Timur Hudiyono mengatakan, program job matching ini merupakan layanan prima bagi lulusan SMK. Karena dengan job matching ini, para siswa bisa memilih perusahaan sesuai bakat yang dimilikinya. “Bagi anak-anak keberuntungannya bisa terkondisikan dengan kondisi lingkungan kerjanya,” katanya.

Diungkapkan, dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, lulusan SMK yang terserap di dunia industri maupun dunia usaha itu terdapat 68,4 persen. “Sekitar 130 ribu lulusan yang diterima. Nah itu membuktikan kalau tidak ada mis komunikasi antara SMK dan Industri,” terangnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.