Review Buku: Manajemen Pelayanan Publik

Pada posisi inilah kemudian muncul yang namanya pelayanan publik yang secara umum menangani kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipenuhi secara individu khususnya pada kebutuhan hidup bernegara. Pelayanan publik ini kemudian dibebankan pada pelaksanan pelayanan publik dalam hal ini pemerintah.

Penekanan konsep yang dibentuk dalam pelayanan publik berfokus pada optimalisasi pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Konsep pelayanan publik memiliki ruang lingkup pelaksanaan pada bidang barang, jasa, serta pelayanan administratif. Hal ini sesuai dengan isi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 yang menerangkan tentang ruang lingkup pelayanan publik. Bagaimana kemudian ruang lingkup yang terdapat dalam pelayanan publik tersebut bisa dicapai dan dilaksanakan dengan maksimal.

Fungsi pelayanan publik secara garis besar tentu berkaitan dengan kepentingan publik. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 diterangkan, Pelayanan Publik memilik fungsi utama yakni memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dengan penyelenggara dalam pelayanan publik. Dimana hubungan antara masyarakat dengan pelaksana pelayanan publik bisa saling bersinergi secara jelas dan teratur dalam membangun sebuah sistem pelayanan yang baik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sekali lagi, tujuan pelayanan publik semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang menerima pelayanan. Artinya memang masyarakat menjadi objek utama yang harus dikenai imbas atau dampak dari pelaksanaan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan kehidupan bernegara. Kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan sangat dijunjung tinggi sebagai orientasi utama dalam melaksanakan pelayanan publik. Sehingga penyelenggara akan beracuan pada bagaimana masyarakat bisa merasakan kepuasan dalam menerima pelayanan.

Menurut Sinambela (2012), Kinerja merupakan pelaksanaan suatu pekerjaan dan penyempurnaan pekerjaan tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya, sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Kesimpulannya, kinerja merupakan rangkaian kegiatan berupa pekerjaan dimasing-masing bidang yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan secara maksimal. Kinerja menjadi titik tumpu dimana output yang berupa pelayanan publik itu dihasilkan.

Bentuk kinerja memberikan pengaruh besar terhadap kualitas kinerja yang akan dibahas pada pembahasan selanjutnya. Bentuk kinerja bersifat deskripsi. Artinya, bentuk kinerja yang dibentuk didalam struktur kepengurusan pelaksana pelayanan publik melalu beberapa tahapan yang harus dilalui sehingga dapat menghasilkan keluaran yang berkualitas berupa kinerja yang maksimal. Selain itu bentuk kinerja yang bertahap akan membentuk para pelaksana pelayanan dapat mengembangkan karakter aktif, kreatif, inovatif serta dapat menjalankan peran sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Follow Untuk Berita Up to Date