Rem Bus Pariwisata Blong, Hantam 6 Kendaraan

Tulungagung, koranmemo.com – Hendak berliburan di pantai Gemah Kecamatan Besuki justru masuk rumah sakit. Pasalnya bus pariwisata  AG 7950 IR menabrak 6 kendaraaan roda empat di jalur masuk pantai Gemah Senin (1/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Penyebabnya rem bus yang mengangkut 30 penumpang itu blong.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah bus AG 7950 IR (30 penumpang) yang dikemudikan Palil (43) warga Desa Banaranwetan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Isuzu Elf L 7018 LS (10 penumpang) yang dikemudikan Suparno (43), Isuzu Elf  L 7467 GA (18 penumpang) yang dikemudikan Solik (58), mobil Daihatzu Luxio AG 1933 VU (9 penumpang) yang dikemudikan Purwanto (54) warga Desa/Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, Isuzu ELF AG 7164 YA (15 Penumpang) yang dikemudikan Mudasir (43) warga Desa Tiudan Kecamatan Gondang.

Sepeda Motor Honda Vario AG 5532 UQ yang dikendarai Sukarso warga Desa Tayang Kabupaten Nganjuk, dan Yamaha Vixion AG 5773 DV kendarai Tomi Agus Supriadi (35) warga Desa Kecamatan Kayen Kabupaten Kediri.

Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon melalui Kasatlantas AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro mengatakan, kecelakaan beruntun terjadi ketika bus AG 7950 UR yang berjalan dari arah Besuki hendak ke pantai Gemah dan tepat di turunan sebelum pintu masuk pantai gemah remnya blong. Akibatnya, Palil si pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya. “Karena rem blong akhirnya laju bus di luar kendali,” katanya.

Dikatakan, kondisi jalan yang menurun membuat laju bus semakin kencang dan akhirnya menabrak bagian belakang mobil Izusu Elf L 7018 LS. Namun bus tidak berhenti malah menabrak lagi Izusu Elf L 7467 GA tepat dibagian tengahnya. “Elf yang berisi 18 orang tersebut langsung terbalik,” ujarnya.

Tak sampai disitu, bus tersebut masih menabrak lagi Izusu ELF AG 7164 YA yang kemudian ELF tersebut terdorong dan menabrak mobil Daihatsu Luxio AG 1933 VU. Selanjutnya, bus oleng kekiri dan menabrak sepeda motor vario AG 5532 UQ serta sepeda motor Yamaha Vixion AG 5773 DV. “Bus baru bisa berhenti setelah menabrak palang jembatan,” imbuhnya.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka berat dan delapan korban mengalami luka ringan. Kedelapan korban tersebut yakni, Tomi Agus Supriadi mengalami luka bengkak di punggung, Hartono (35) mengalami luka gores disiku kanan, Gita Anista Devitasari (8) mengalami luka gores di wajah, Mella Aulia Fransiska (16) warga Desa/Kecamatan Perak Kabupaten Jombang mengalami luka bengkak tangan kiri, Fery Andriawan (24) mengalami luka gores tangan kanan.Selanjutnya, Samiaji (38) mengalami luka robek lengan kiri, Mujiono (38) mengalami luka patah tangan kiri, Arya Firmansyah (15) mengalami luka robek pergelangan tangan kanan, dan Anik Sumari (40) warga Desa Poso Kecamatan Perak Kabupaten Jombang mengalami luka gores dibagian wajah.

“Semua korban telah mendapatkan perawatan di RSUD dr Iskak,” terangnya.

Ditambahkan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (tkp) sementara, diduga penyebab kecelakaan yakni bus yang dikemudikan Palil mengalami rem blong. Namun demikian pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan korban. “Untuk barang bukti juga telah kita amankan, ditunggu saja,” pungkasnya.

Sementara itu Aji (38), salah satu korban yang mengalami luka pada tangan kirinya mengatakan, dari jombang dirinya beserta keluarga berangkat menggunakan dua kendaraan Isuzu Elf menuju ke wilayah pantai yang ada di sekitar Tulungagung dan Trenggalek.

Awalnya mereka berencana menuju ke Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek. “Namun tiba-tiba oleh sopir elf diarahkan ke lokasi lain yakni pantai gemah yang sedang hits,” katanya.

Aji melanjutkan, seperti biasa ELF yang dia tumpangi dan beberapa kendaraan lain memasuki lokasi wisata tersebut, karena kondisi jalan yang curam dan menikung akhirnya beberapa kendaraan harus mengantre untuk bisa masuk ke lokasi parkir, namun tiba-tiba bus yang sebelumnya ada di belakang kendaraanya langsung terjun tak terkendali. “Entah bagaimana kronologisnya tiba-tiba bus menabrak kami,” terangnya.

Terpisah, Humas RSUD Dr Iskak Tulungagung, Moh Rifai mengatakan pihaknya saat ini sudah merawat ke 7 korban laka lantas tersebut, dan semuanya kini mendapat perawatan intensif di Green Zone RSUD Dr Iskak.

“Sudah kami tangani, saat ini di Green Zone RSUD Dr Iskak Tulungagung” ujarnya.

Dikatakan, untuk korban yang paling parah yakni Gita, sudah ditangani dan direncanakan akan menjalani operasi untuk memulihkan luka bakar yang terjadi pada bagian wajahnya, begitu juga dengan korban yang mengalami patah jari dan tangannya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.