Relokasi Kantor BNNK Trenggalek Masih Belum Jelas

Trenggalek, koranmemo.com – Relokasi kantor BNNK Trenggalek masih belum jelas. Hingga saat ini belum ada kepastian tempat pengganti sebagai dampak pengembangan pembangunan Pasar Pon. Tak hanya Kantor BNNK Trenggalek, bangunan lain seperti TK Adhiyaksa juga terimbas pembangunan pasar yang baru saja terbakar Agustus silam.

Berdasarkan perencanaan, Kantor BNNK Trenggalek bakal menempati bangunan SDN Sumbergedong 2 Trenggalek. Namun sampai saat ini belum ada kesepakatan lokasi mengingat bangunan itu ditengarai masih ada kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kami koordinasikan lagi,” kata plt Kepala BNNK Trenggalek, Kompol Susetya Budi.

Sebelumnya Pemda Trenggalek menawarkan bangunan bekas rumah dinas Kepala Dinas Perikanan Trenggalek. Namun, dengan berbagai pertimbangan tawaran itu belum diamini. “Karena kurang memenuhi syarat, mebeler kita tidak bisa masuk. Apalagi di seksi rehabilitasi nanti ada kliniknya. Belum lagi anggota kita,” jelasnya.

Kondisi sebaliknya tidak berlaku di sekolah yang nantinya bakal dimerger. Meskipun tidak menampung seluruhnya, namun konstruksi bangunan itu dinilai sesuai dengan kapasitas kinerja BNNK Trenggalek. “Mungkin sedikit perlu penataan. Sementara belum bisa pindah karena masih ada aktivitas. Kami masih menunggu,” ujarnya.

Meskipun masih berstatus pinjam pakai, dia berharap nantinya akan mendapatkan lahan yang sesuai untuk dibangun kantor permanen. Sebab selama ini BNNK Trenggalek belum memiliki kantor tetap. “Pembangunan itu kita harus punya lahan. Nanti kami akan mengajukan bantuan hibah, sementara pinjam pakai,” pungkasnya.

Bangunan sekolah yang akan dimerger itu tampaknya menjadi alternatif terakhir. Kondisi ini berkaca pada ketersediaan sejumlah bangunan aset milik Pemda Trenggalek. “Karena aset kita terbatas, sedangkan kita banyak instansi yang mengajukan,” kata Agus Yahya, Kepala Bakeuda Trenggalek.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar koordinasi bersama pihak terkait lainnya, mengingat hanya Kantor BNNK yang sampai saat ini belum mendapatkan kepastian tempat. “Kalau TK sudah pindah, jadi tinggal kantor BNNK saja. Kami koordinasikan lagi, bersama Dikpora juga,” kata dia.

Pemda telah menertibkan enam bangunan yang tersisa pasca kebakaran. Pembongkaran itu dilakukan sebagai tahapan pembangunan pasar yang sedianya dilakukan secara multiyears. “Kalau rencana pengembangan, asetnya di Bakeuda, termasuk lahan kantor BNNK,” kata plt Kepala Dinas Komidag, Yudi Sunarko.

Dia menargetkan pemindahan itu dilakukan secepat mungkin, sebelum adanya proses pembangunan. Namun dia menegaskan lahan pengembangan pembangunan pasar itu harus steril jika sudah dimulai pembangunan. “Karena kita menyesuaikan schedule pusat, kalau sudah ada semua harus pindah,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date