Rekonstruksi Pembunuhan Nenek-nenek di Pasar Setono Betek, Sempat Bercinta Sebelum Dihabisi

Kediri, koranmemo.com — Kasus pembunuhan yang korbannya seorang nenek-nenek Sukinem (75) alias Mak Menthil warga RT 02/RW 04 Desa Kembangan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan, kos di lapak Pasar Setonobetek Kota Kediri, direkonstruksi Jumat (5/4).

Petugas Satreskrim Polres Kediri Kota melakukan reka adegan pembunuhan dengan pelaku DA (26) dan AS (25) asal RT 02/RW 02 Desa Kauman Kecamatan Pagu Kebupaten Kediri, di dua lokasi yaitu Pasar Setono Betek dan penjual emas di Jalan Sriwijaya, Kota Kediri. Setidaknya ada 27 adegan yang dilakukan kedua pelaku, mulai perencanaan sampai menjual kalung dan cincin milik korban.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Andy Purnomo mengatakan, reka adegan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri. “Kami mulai di Pasar Setono Betek yang menjadi lokasi pembunuhan, dan juga berkoordinasi dengan pihak Kejari dan Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri,” ujarnya.

Pelaku, memang sudah merencanakan aksinya, selama reka adegan pelaku melakukan dengan jelas dan gamblang. Petugas yang melakukan pengamanan juga memperhatikan warga sekitar yang berkerumun karena ingin mengetahui bagaimana pelaku dengan tega melakukan pembunuhan kepada Sukinem (75) alias Mak Menthil pada hari Minggu (28/1) lalu.

Dari reka adegan ini, setelah kedua pelaku tiba di tempat kontrakan korban, DA sebagai pelaku utama segera mengetuk pintu dan segera masuk. Korban tanpa curiga menerima baik kedatangan pelaku, lantara sudah berkenalan sejak tahun 2013 lalu. Selama kurang lebih 5 tahun, korban dan pelaku menjalin hubungan asmara. Dalam kurun waktu satu bulan, pelaku dua sampai tiga kali datang untuk menemui korban.

Pelaku yang berada di dalam tempat tinggal korban, mencoba mengajak berbincang dan bahkan keduanya memadu kasih sebelum pelaku melakukan tindakan kejinya. Dengan tenang, setelah memadu kasih, tiba-tiba pelaku mencekik leher dan menyumpal mulut korban. Ketika korban lemas, pelaku mencoba mengikat kedua tangan supaya jika tersadar tidak meronta dan berteriak.

Korban yang dikira pingsan, dengan leluasa pelaku menggeledah seisi bangunan yang berukuran 4 meter kali 2 meter tersebut. Merasa menemukan apa yang menjadi tujuan utamanya, pelaku kembali memeriksa korban. Bukannya sadar, ternyata korban justru meninggal dunia akibat tindakannya. Merasa khawatir, pelaku menutup tubuh korban menggunakan kain dan meninggalkan jasadnya di tempat tidur.

Dengan tergesa-gesa, pelaku menuju Jalan Sriwijaya Kota Kediri, yang juga menjadi lokasi kedua untuk melakukan reka adegan. Ternyata, pelaku menjual gelang dan cincin korban di salah satu tempat jual beli emas. Ia memilih penjual yang berada di pinggir jalan, bukan di toko emas, supaya saat menjual emas tidak dicurigai oleh penjual emas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan tuduhan tindak pidana pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain yaitu pencurian, atau tindak pidana pencurian yang mengakibatkan korban jiwa sesuai dengan pasal 339 KUHP sub Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 ayat 3 KUHP. Dengan hukuman pidana penjara seumur hidup atau penjara selama – lamanya 20 tahun.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date