Reformasi Kejaksaan Dinilai Gagal

Blitar, Koran Memo – Massa Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Blitar,Rabu (18/11) pagi. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyita perhatian pengendara jalan raya lantaran para orator aksi berdiri di atas panggung yang mirip seperti panggung orkes dangdut.

Aksi GPI di Kejaksaan Negeri Blitar kemarin.(Rofiq/Koran Memo)
Aksi GPI di Kejaksaan Negeri Blitar kemarin.(Rofiq/Koran Memo)

Dalam aksinya,  GPI menilai  reformasi yang dilakukan pihak kejaksaan telah gagal. Hal ini terindikasi adanya oknum kejaksaan yang semena-mena melakukan tindakan yang tak pantas terhadap kinerjanya selama ini terutama dalam penanganan kasus korupsi. “Kami menilai jika birokrasi Kejaksaan Negeri Blitar sekarang sudah ngawur dan tidak mencerminkan sikap penegak hukum,karena kami banyak menerima laporan keluhan masyarakat terhadap kinerja kejaksaan,” terang Joko Prasetyo, Ketua GPI.

Pihaknya menambahkan, jika sebagai abdi negara dalam penegakan hukum seharusnya bisa melakukan kinerja yang baik bukan malah mencari kesalahan orang lain. Bahkan dari beberapa laporan yang diterima GPI jika ada oknum kejaksaan yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan tugas dan kewenangannya. “Kami bagian dari masyarakat Blitar yang tidak terhipnotis dengan cara kerja kejaksaan,jika nanti tetap tidak bisa merubah birokrasi yang baik maka kami akan melaporkan ke Kejagung,”jelasnya.

Setelah melakukan aksi, puluhan massa terus berorasi dengan model mimbar bebas, mereka juga menyuarakan dalam bentuk sajak.  “Selanjutnya, kami ingatkan bagi oknum kejaksaan agar tidak melakukan hal itu lagi bahkan pihak GPI juga mewanti-wanti bagi pejabat Pemkab untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan anggaran ,” terangnya lagi.(rif)

Follow Untuk Berita Up to Date