Razia PGOT, 33 Anak Punk Digaruk Satpol PP

Ngawi, koranmemo.com – Satpol PP Pemkab Ngawi melakukan razia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang kini mulai marak. “Hasil razia sejak 22 Nopember 2018 ada sebanyak 33 PGOT kami amankan dan itu adalah anak punk,” kata Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono, Rabu (28/11).

Heru mengatakan, tidak semua anak punk itu merupakan penduduk asli Bumi Orek-orek Ngawi. Ada yang dari Jombang, Banyuwangi, Ponorogo, Blitar, Pacitan, Madiun dan daerah lainnya. “Hasil pendataan, banyak pendatang daripada warga asli ini (Ngawi),” terangnya.

Keberadaan anak punk memang tidak selalu membahayakan, tapi sudah melanggar Perda Nomor 1/2017 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). “Kami berfikir perlu ada sanksi yang lebih keras supaya mereka jera, sambil menunggu pemerintah menyediakan tempat rehabilitasinya,” tegasnya.

Reporter Dika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date