Razia Gabungan, Temukan 3 Pengunjung Kafe Positif Narkoba

Tulungagung, koranmemo.com – Operasi gabungan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Polres, Polisi militer (PM), Satpol PP, dan tim medis RS Bayangkara merazia empat kafe besar di Kota Marmer pada malam pergantian tahun baru (31/12). Empat kafe yang dirazia  kafe Radja, Star, Dewi-dewi dan Dinasty

Ratusan pengunjung dan pemandu lagu (purel) dites urine. Hasilnya sebanyak tiga pengunjung positif mengkonsumsi narkoba.  Mereka adalah PR (20) warga Desa Babadan, DD (20) warga Desa Tulungrejo Kecamatan Karangrejo, dan GT (24) warga Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru. Ketiganya saat itu sedang berada di kafe dan karaoke Star Desa Boro Kecamatan Kedungwaru.

Berdasarkan pantauan Koranmemo.com. rombongan tim gabungan yang lebih dari lima mobil tersebut berangkat dari kantor BNNK Tulungagung sekitar pukul 22.30 WIB. Adapun sasaran pertamanya  kafe dan karaoke Radja yang terletak di Jalan Jayengkusuma No 6, masuk Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru. Di kafe dan karaoke tersebut, tim gabungan mengetes urin 11 orang pria dan 4 orang perempuan dan semuanya hasilnya negatif.

Selanjutnya rombongan menuju kafe dan karaoke Stars di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru. Disitu petugas mengetes urin 25 orang pria, dan 16 orang perempuan. Hasilnya, tiga diantaranya positif. PR dan GT positif zat benzodiazepine yang biasanya adabpada pil dobel L, sedangkan DD positif zat amphetamine yang biasa pada dabu. Kemudian ketiga orang tersebut dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lanjutan.

Tak sampai disitu, rombongan berlanjut ke Desa Sidorejo Kecamatan Kauman atau tepatnya di kafe dan karaoke Dewi-Dewi. Di cafe dan karaoke yang tergolong masih baru tersebut petugas mengetes urin 60 orang yang terdiri dari 43 pria, dan 17 perempuan. Hasilnya semuanya juga negatif.

Terakhir, rombongan bergeser ke cafe dan karaoke Dynasti Jalan Panglima Sudirman No 76 Kelurahan Kenayan kecamatan Tulungagung. Sebanyak 33 orang yang terdiri dari 22 orang pria dan 11 perempuan semuanya negatif.

Kepala Badan Narkotika Kabupaten Tulungagunt AKBP Djoko Punomo mengatakan, razia ini digelar serentak diseluruh Indonesia yang bertujuan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika dan obat terlarang jelang perayaan pergantian tahun baru. Karena, di malam pergantian tahun biasanya seseorang memiliki euforia berlebihan dengan menyematkan barang haram para tubuhnya.

“Sasarannya kafe dan karaoke karena disinyalir sebagai tempat untuk peredaran narkotika,” jelasnya.

Ditambahkan, baik pengunjung, pengelola serta pemandu lagu semuanya tak luput dari tes urin. Menurutnya semua dites menggunakan alat yang namanya rapid tes. Alat tersebut setidaknya dapat mendeteksi enam parameter narkoba seperti kokain, sabu, ganja, pil dobel l, morpin, dan ekstasi dengan tingkat kevalidan mencapai 97%.

Dikatakan, dengan adanya kegiatan seperti ini dirinya berharap masyarakat akan berpikir dua kali untuk mengkonsumsi narkoba. Sehingga pelan tapi pasti narkoba bisa dihilangkan dari bumi Indonesia.

Disinggung terkait proses hukum terhadap tiga orang uang diduga sebagai pengguna narkoba, pihaknya akan menginterograsi kepada ketiga orang tersebut.

Menurutnya, jika tiga orang tersebut mendapat barang dan mengkonsumsi pil di kafe karaoke star, maka pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas pada pengelola kafe karaoke.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.