Razia Gabungan, Sita Puluhan Botol Miras

Kediri, koranmemo.com — Aparat gabungan Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kota Kediri melaksanakan patroli skala besar, dengan agenda penertiban tempat hiburan dan lokasi-lokasi mengenai peraturan daerah (perda) mengenai ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), Sabtu (11/5) malam. Hasilnya petugas gabungan menyita puluhan botol berisi mimuman keras (miras) dari dua pemilik warung.

Menurut Kapolsek Mojoroto, Kompol Sartana, sasaran operasi adalah warung di sekitar GOR Jayabaya dan sekitar bantaran Sungai Brantas. “Di warung sekitar GOR Jayabaya, petugas menyita 26 bir merek Draft Beer, sekaligus melakukan pendataan kepada pemilik warung,” jelasnya.

Selain itu, petugas juga menyita beberapa botol plastik yang berisi miras oplosan. Ada yang berukuran 600 mililiter maupun 1.500 mililiter. Bahkan, beberapa botol tidak terisi penuh, karena sudah dikonsumsi oleh para pengunjung warung tersebut. Miras jenis ini justru lebih mengkhawatirkan, karena kadar alkohol yang terkandung dalam minuman terkadang melebihi 40 persen.

Setelah melakukan pemeriksaan di GOR Jayabaya, petugas mengarah ke warung di sepanjang bantaran Sungai Brantas. Namun, petugas tidak menemukan pelanggaran sehingga kembali melakukan patroli ke Kelurahan Lirboyo. Di salah satu warung, petugas yang curiga menemukan 14 botol berisi miras, 8 botol merek Vodka, 4 botol merek kuntul, dan 2 botol merek balihai.

Untuk penyelidikan miras, lanjutnya, Polsek Mojoroto melakukan koordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Kediri untuk menindaklanjuti sebagai tindak pidana ringan (tipiring). “Selain itu, petugas juga melakukan patroli untuk mencegah terjadinya balap liar,” sahutnya.

Sementara itu, Agus Dwi Ratmoko, Kasi Trantibum Satpol PP Kota Kediri mengatakan, patroli gabungan ini, petugas juga memberi peringatan dan imbauan kepada pemilik warung serta usaha tempat hiburan malam. Pasalnya, saat melakukan patroli, petugas masih menemukan tempat bilyar yang masih beroperasi, padahal ketentuan hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Pihak pengelola mengelak dengan mengaku tidak mengetahui ada peraturan seperti itu selama bulan Ramadan. Petugas mengingatkan pengelola, untuk memperhatikan waktu operasional, jika tetap melanggar akan diberikan surat peringatan. “Kami lakukan sosialisasi lagi sehingga semua pihak sama-sama mengerti,” ucapnya.

Sedangkan untuk tempat hiburan malam seperti tempat karaoke, pup, dan klub, diimbau untuk tidak beroperasi selama bulan Ramadan. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diingkan sehingga situasi tetap kondusif.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date