Rawan Penyebaran Difteri, 4 Kecamatan di Tulungagung Diimunisasi Massal

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com— Kasus penyakit menular difteri menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.  Sekitar 50 ribu warga yang tersebar di empat kecamatan, yakni kecamatan Sumbergempol, kecamatan Ngunut, kecamatan Rejotangan, dan kecamatan Karangrejo mendapat imunisasi dari Dinkes setempat. Hal itu karena sebanyak 7 orang positif difteri yang tinggal di 4 kecamatatan tersebut.

“Berdasarkan hasil rapat tim penanggulangan KLB difteri tingkat kabupaten dan propinsi, diputusukan kita melakukan proses ORI (Outbreak Respons Immunization),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Mohammad Mastur melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ana Saripah saat ditemui di pos imunisasi difteri Balai Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan Senin (8/1) pukul 10.00 WIB.

Dijelaskan, imunisasi massal difteri ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan penyakit yang menyerang bagian tenggorokan hingga mengakibatkan kematian itu.

 Menurutnya, jika tidak segera mengambil sikap dikawatirkan penyakit difteri bisa mewabah dan lebih banyak menelan korban. Karena proses penularan penyakit ini bisa dibilang mudah yakni melalui percikan air ludah atau bersin. “Di Tulungagung pada 2017 terdapat 7 kasus pasien difteri,” katanya.

Dilanjutkan, rentang usia yang diberikan imunisasi yakni semua warga yang berusia 1 tahun hingga 19 tahun tanpa melihat status imunisasi yang pernah diterimanya. Hal ini dikarenakan,  usia maksimal dari tujuh pasien difteri tersebut yakni 19 tahun.

Dalam imunisasi difteri tersebut lanjut Ana, masing-masing anak akan mendapatkan tiga kali imunisasi yang dibagi dalam tiga tahapan. Pertama pada hari ini (kemarin-red) hingga pertengahan bulan. Kedua, pada pertengahan Februari, dan ketiga, enam bulan setelah imunisasi yang pertama. Langkah ini sengaja diambil untuk mengoptimalkan capaian keberhasilan program hingga 95 persen.

“Kita serius ingin melindungi anak dengan mendapat imunisasi hingga target keberhasilan 95 persen. Jika tercapai, nantinya 5 persen anak yang belum berkesempatan mendapat imunisasi secara otomatis akan terlindungi juga,” terangnya.

Masih menurut Ana, dari data yang didapatkannya, ada sekitar 50 ribu anak di usia 1 hingga 19 tahun yang tersebar di empat kecamatan tersebut. Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini dengan segera mengantar anaknya ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi. “Imunisasi ini gratis, tapi jangan kawatir stoknya aman,” tambahnya.

Disinggung bagaimanakah ciri-ciri seseorang yang tertular penyakit difteri, Ana menjelaskan bila seseorang merasa tenggorokannya sakit saat menelan untuk melihatnya. Jika muncul selaput berwarna putih keabu-abuan diharap segera dibawa ke layanan medis terdekat. Karena mayoritas orang yang dinyatakan terkena difteri tidak merasa dirinya sakit.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz