Ratusan Warga Terima Sertifikat Program PTSL

Bojonegoro, koranmemo.com – Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Muawanah, menyerahkan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kepada warga di Desa Jumput Kecamatan Sukosewu.

Acara berlangsung di Pendapa Desa Jumput, dan dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK, MH, MSi, Ketua DPRD, jajaran Forpimda, Perwakilan Kanwil BPN Jawa Timur, Kepala BPN setempat, asosiasi perbankan serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, bupati menjelaskan, bahwa program PTSL sangat memberi kemudahan bagi masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah. Selama tahun 2018, Kabupaten Bojonegoro telah menapai target yang ditetapkan, yakni 80.000 sertifikat. “Diharapkan tahun 2022 atau 2023 sudah selesai semua,” tuturnya, (14/1/2019).

Ia menyampaikan apresiasinya, atas pencapaian target tersebut. Menurutnya, hal itu, bisa menjadi contoh bagi daerah lain. “Karena itu bisa menjadi motivasi bagi daerah lain,” jelas bupati.

Pada kesempatan yang sama, kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro, Lampri, Aptnh, SH, MH, menyampaikan, bahwa jumlah penerima sertifikat tanah program PTSL di Desa Jumput Kecamatan Sukosewu sebanyak 363 orang. Menurutnya, pemilihan desa Jumput tersebut atas pilihan bupati sendiri. Hal tersebut dikarenakan Desa Jumput  merupakan desa yang paling cepat dan paling mendahului, dalam menyelesaikan administrasi.

“Semoga nantinya Desa Jumput bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah ( Kakanwil ) BPN Provinsi Jawa Timur, yang diwakili Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Jatim, Ir Ketut Giri Melaya menyampaikan, bahwa dalam program PTSL, Pemprov Jatim diberikan target terbesar se Indonesia, yaitu sebesar 7 juta penerima dan Kabupaten Bojonegoro mendapat jatah paling besar se Jawa Timur, yaitu sebesar 24 persen.

“Hal itu karena kami percaya Bojonegoro bisa mencapai target tersebut dan dengan itu, bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur atau mungkin bagi Indoneaia,” pungkasnya.

Reporter : Eka Rahmawadi

Editor : Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date