Ratusan Proyek Masih Tahap Perencanaan

Pacitan, Koran Memo – Tiga puluh hari menjelang tutup tahun, puluhan proyek fisik konstruksi di Kabupaten Pacitan yang bernilai miliaran rupiah, belum terselesaikan. Bahkan ratusan paket proyek di antaranya masih dalam tahap perencanaan.

Sigit Aji Mardani, Kabag Adpem, Setkab Pacitan (yuyun/memo)
Sigit Aji Mardani, Kabag Adpem, Setkab Pacitan (yuyun/memo)

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Setkab Pacitan, Sigit Aji Mardani, mengatakan, memang masih ada beberapa kegiatan proyek fisik konstruksi yang belum selesai pelaksanaannya. Namun prosentasenya relatif kecil. “Mayoritas sudah banyak yang mengajukan pemeriksaan pertama. ‎Hanya saja pengajuan surat perintah membayar (SPM) masih dalam proses,” katanya, Rabu (18/11).

Sigit ‎mengakui, selain masih ada paket proyek fisik yang belum tuntas, juga ada ratusan paket proyek lainnya yang sampai saat ini masih dalam proses perencanaan. “Jumlahnya ada 131 paket. Proyek tersebut muncul setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD tahun anggaran 2015,” terang mantan Kabag SDA tersebut pada awak media.

Sementara itu Kasubag Pengendalian, Bagian Administrasi Pembangunan, Setkab Pacitan, Dian Andriana menambahkan, dari total 946 paket proyek fisik yang proses pengadaannya melalui mekanisme lelang maupun penunjukan langsung, sebanyak 815 paket diantaranya sudah proses kontrak.  Dari jumlah tersebut, sebanyak 748 paket atau setara 91 persen, sudah selesai melaksanakan pemeriksaan pertama (P1). Meski diakuinya, sekalipun sudah P1 namun belum tentu para penyedia jasa sudah menyampaikan administrasi SPM.  “Yang belum tuntas ada 67 paket atau sekitar 8 persen,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, dari 67 paket yang belum tuntas, mayoritas kegiatan infrastruktur jalan lingkungan serta jalan kabupaten. Baik berupa jalan lapen maupun jalan rabat. Meski juga ada kegiatan pembangunan gedung. ‎Semua kegiatan proyek fisik itu tersebar di beberapa satuan kerja. “Seperti Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTK), DPPKA,  Blud RSD, Kantor Ketahanan Pangan, dan Disbudparpora. Tapi yang terbanyak di Dinas Bina Marga serta DCKTK,” tutur Dian.

Lebih lanjut, Dian menuturkan, selain masih ada paket proyek yang belum selesai, pun ada paket proyek yang mengalami keterlambatan. Seperti pembangunan gedung VIP RSD serta ruang perawatan kelas III, Pasar Punung, gedung lumbung, serta proyek fisik yang ada di Disbudparpora. “Meski terlambat, namun keterlambatannya relatif kecil hanya berkisar 5 persen lebih. Kami sangat memberikan apresiasi atas tercapainya progres maksimal pembangunan gedung VIP dan ruang rawat kelas III di RSD Pacitan,” tandasnya. (yun)

Follow Untuk Berita Up to Date