Ratusan Polisi Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Kediri, koranmemo.com – Anggota Polres Kediri Kota dan Brigade Mobil (Brimob) Kediri melakukan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) secara berkala oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Timur (Jatim), di ruang Rupatama Mapolres Kediri Kota, Kamis (7/2). Para polisi mengikuti beberapa tes untuk mengetahui kondisi fisik mereka, serta diharapkan dapat menunjang tugas kepolisian.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, Rikkes berkala yang dilaksanakan di Polres Kediri Kota, untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh petugas Kepolisian Polres Kediri Kota. Diharapkan, setelah dilakukan kegiatan seperti ini, dapat lebih maksimal dalam menjalankan tugas. “Tujuannya, untuk mengetahui segala gejala jenis penyakit secara dini sehingga bisa dengan segera untuk ditindaklanjuti sesuai petunjuk dokter,” tegasnya, saat ditemui Koranmemo.com.

Sementara itu, Kaurkes (Kepala Urusan Kesehatan) Polres Kediri Kota, Ipda Minarmi menambahkan, personel Polres Kediri Kota yang ikut Rikkes ini berjumlah 192 petugas, dan dari Brimob berjumlah 58 orang. Meskipun Rikkes berkala juga pernah dilakukan kepada personel Polres Kediri Kota, saat mengikuti pendidikan lanjutan SIP. Namun dengan Rikkes ini, dapat mengetahui kondisi fisik tiap personil saat melakukan tugas sehari – hari.

Sebenarnya, lanjut Minarmi, ada dua agenda yang dilakukan oleh petugas Bidokkes Polda Jatim, yaitu Rikkes di Mapolres Kediri Kota dan Markas Brimob. Namun, karena agenda yang dilakukan sama sehingga pelaksanaan Rikkes diselenggarakan di Mapolres Kediri Kota. “Memang yang dilakukan pemeriksaan adalah petugas yang berada di wilayah hukum Polres Kediri Kota, namun kali ini juga ada petugas dari Brimob. Seluruh jajaran juga kompak saat melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dikatakan, Rikkes berkala yang dilaksanakan petugas Polri tahapan pendaftaran, pemberian formulir, pengambilan darah dan urine, pengecekan fisik seperti tinggi badan dan berat badan, observasi tanda – tanda vital seperti cek tensi dan nadi, pengecekan EKG, observasi treadmill, pengecekan ontodogram, pemantauan keluhan kesehatan oleh dokter umum dan pengecekan gigi. Tes kesehatan jantung ini, bagi petugas dengan usia 40 tahun ke atas akan melakukan treadmill.

Tes treadmill ini atau lebih dikenal dengan tes diagnostik kardiovaskular, petugas medis dapat menentukan seberapa baik jantung bekerja dan merespon stres eksternal. Dari hasil tes tersebut, petugas medis juga dapat mengevaluasi seberapa baik jantung menangani kegiatan atau pemakaian tenaga yang lebih dari yang biasa digunakan. “Jenis tes ini sangat efektif dalam mendeteksi penyakit kardiovaskular dan mengevaluasi risiko atau kemungkinan seseorang terjerumus ke penyakit jantung kronis,” sahutnya.

Jika ada keluhan atau kondisi fisik petugas yang kurang prima, tim medis akan melakukan terapi hingga pengobatan. Apabila pengobatan yang dilakukan saat Rikkes dan terapi di klinik masih belum maksimal, petugas akan merujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. “Jangan takut untuk memeriksakan kesehatan, karena kesehatan perlu diketahui sejak dini guna pengambilan langkah – langkah penanganan lebih lanjut,” sahutnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date