Ratusan Pedagang Pasar Pon Menanti Pemberian Santunan

Trenggalek, koranmemo.comPemberian santunan korban kebakaran Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek dinanti para pedagang. Mereka berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dapat direalisasikan secepat mungkin. Sebelumnya Pemkab Trenggalek berencana akan memberikan santunan kepada ratusan korban terdampak kebakaran di pasar seluas 1,2 hektar itu.

Eka Setiawan, salah satu pedagang kebakaran Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek mengaku bantuan itu nantinya akan digunakan sebagai modal usaha, karena seluruh aset miliknya ludes terbakar. “Dapat kios di tempat relokasi kalau tidak ada modal apa yang mau dijual. Mudah-mudahan cukuplah (santunan,red) untuk modal usaha,” katanya kepada koranmemo.com.

Pedagang pakaian yang mengaku merugi hingga Rp 850 juta itu mengaku pasrah. Pasalnya selain merugi hingga ratusan juta rupiah, dia juga harus menanggung beban cicilan dari bank.

Sebelum kejadian, pedagang asal Kelurahan Sumbergedong Kabupaten Trenggalek itu mengaku meminjam uang di sebuah bank hingga 1,5 miliar untuk modal usaha. “Sebab saat itu saya sedang menyetok banyak dihari jadi. Selain rugi hingga ratusan juta, saya juga harus mengembalikan cicilan Rp 8 juta per bulan,” kata dia.

Mewakili para pedagang, dia berharap santunan yang dijanjikan pemerintah daerah (pemda) segera direalisasikan. Setidaknya dengan santunan yang diberikan itu dapat digunakan untuk memulai usahanya yang sudah bangkrut.

 “Saya berharap dan mungkin semunya (pedagang,red) segera mendapat santunan. Kalau bisa secepat mungkin sehingga kami punya gambaran untuk merajut usaha pasca pembangunan (relokasi,red) rampung,” harapnya diamini pedagang lainnya.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tengah mengkaji pemberian bantuan kepada para korban terdampak kebakaran yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

 “Santunan secara aturan sangat memungkinkan. Tidak bisa menutup kerugian, tetapi bentuk dari tenggang rasa kita. Doa, berkah kita agar tentunya mereka bisa terobati. Tetapi tadi ada konsep yang mengalami kerugian adalah pedagang,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Namun ketika disinggung soal besaran nominal maupun implementasi pelaksanaan pemberian santunan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur terpilih ini enggan berkomentar lebih jauh.

 Dia menyebut akan membahas proses pemberian santunan itu bersama kalangan wakil rakyat. “Ini yang belum bisa saya jawab sebelum kami berdiskusi dengan DPRD,” kata suami pesohor artis Arumi Bachsin tersebut.
Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date