Ratusan KK di Babadan Krisis Air Bersih

Madiun, koranmemo.comSekitar 128 kepala keluarga (KK) wargaDusun Babadan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun kesulitan mendapat air bersih. Ini terjadi karena topografi wilayah di perbukitan dan sumber mata air tergolong minim.

Maridin, pengelola distribusi air desa setempat mengungkapkan baru kali pertama desanya mengalami krisis air bersih. Selama ini warga tercukupi dengan memanfaatkan air dari sumber di wilayah Kare. Dalam sepekan ini air tidak bisa mengalir ke desanya.

Sehingga membuat warga kelimpungan. “Ada empat RT yang sulit mendapatkan air bersih.Terutama untuk mencukupi kebutuhan air minum dan memasak,’’ ujarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan pokok, jelasnya, warga menggunakan air isi ulang. Sedangkan keperluan mandi dan mencuci, menggunakan air sungai dari Gunung Wilis kendati warnanya keruh.

Maridin berharap ada solusi jangka panjang untuk mengurai masalah kekurangan air di empat RT desanya. ‘’Warga tidak ingin terus menerus bergantung bantuan demi mencukupi kebutuhan air bersih,’’ ujarnya.

Sementara itu, Pj Bupati Madiun Boedi Prijo Suprajitno mengatakan BPBD telah menyalurkan delapan ribu liter air bersih untuk 128 kepala keluarga (KK) dusun tersebut. Pihaknya, memastikan sudah mengalirkan air hingga ke rumah warga yang dilewat sistem pipanisasi itu. ‘’Kami akan terus mengawal. Ketika habis dengan segera disuplai ulang,’’ kata Boedisaat meninjau penyaluran air bersih didampingi kepala PDAM Tirta Dharma Purabaya Sumariyono, dan kepala BPBD Madiun Edy Harianto.

Pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mencari solusi jangka panjang. Lembaga itu disebut berencana membuat program air minum dan sumur di kawasan setempat. ‘’Semoga bisa terealisasi dan kebutuhan air di tahun berikutnya bisa aman,’’ ujarnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date