Ratusan Guru Lakukan Long March Menuju Pendopo

Tulungagung, koranmemo.com – Ratusan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) melakukan aksi long march menuju ke Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso,  Senin (27/2) untuk menemui Bupati Tulungagung.  Mereka berjalan di sepanjang Jl RA Kartini atau di seputaran alun-alun Kabupaten Tulungagung, aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Dari pantauan koranmemo.com, ada sekitar 700 lebih peserta yang turun ke jalan. Sesampainya di depan Kantor Pendopo, para peserta aksi dihadang oleh barisan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka tidak diperkenankan masuk ke area pendopo.

“Kami akan tetap berada di depan, dan duduk di jalan hingga bapak bupati bersedia keluar untuk menemui kami,” ungkap Yenry Subianto, koordinator aksi damai para GTT/PTT.

Yenry mengatakan, nasib guru suka relawan (sukwan) di Kabupaten Tulungagung sampai saat ini belum jelas bahkan kesejahteraan jauh dari kata layak tidak sebanding dengan tugas yang dibebankan oleh para guru sukwan.

Dia juga menuturkan, saat ini di sejumlah sekolah dasar (SD) guru pengajar hanya berjumlah 1 atau 3 orang saja yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan keseluruhannya adalah guru sukwan. “Maka dari itu kami menginginkan gaji sebagai pengganti uang lelah. Saya mohon kepada pemangku kebijakan agar segera merealisasi dana intensif dari APBD Tulungagung,” kata Yenry dalam orasinya.

Setelah menunggu kurang lebih sekitar satu jam, akhirnya Wakil Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo mau menemui para peserta aksi damai tersebut.  Maryoto Bhirowo mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mendengarkan aspirasi dari para GTT/PTT dan dalam waktu dekat nantinya akan mendata kembali jumlah guru sukwan. Namun, mereka harus bersabar, sebab saat ini ada ganjalan peraturan menteri dalam negeri (Mendagri) tentang pengangkatan PNS. Pemkab Tulungagung masij belum bisa mengadakan pengangkatan serta penambahan jumlah PNS.

“Namun, pemerintah akan mengajukan anggaran tahun 2017 ini ke DPRD Tulungagung untuk memberikan dana intensif pada guru sukwan untuk jumlahnya masih akan kami rinci dan didata kembali. Semuanya perlu proses dan waktu segala permasalahan serta aspirasi ini kami terima,” kata orang nomor dua di lingkup Pemkab Tulungagung seusai menemui para peserta aksi.

Reporter : Denny Trisdianto

Editor : Della Cahaya P

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.