Rangka Baja Ringan vs Rangka Kayu. Pilih Mana?

koranmemo.com – Baja ringan mungkin masih belum familiar bagi masyarakat, apalagi yang memang awam masalah bangunan.  Selama ini masyarakat Indonesia lebih mengenal rangka terbuat dari kayu daripada rangka baja ringan untuk membangun atap.  Padahal, penggunaan baja ringan sebagai rangka atap ternyata jauh lebih bagus dibandingkan dengan menggunakan kayu.  Namun belakangan ini, para pengembang properti di Indonesia sudah banyak yang menggunakan rangka baja ringan dengan mengadopsi metode dari Negara Jepang.  Dan sudah seharusnya, info ini disebarluaskan ke masyarakat agar penggunaan baja ringan semakin dikenal dan masyarakat bisa bergeser dari rangka kayu ke rangka baja ringan.

Di sini ada lima alasan mengapa masyarakat Indonesia lebih dianjurkan menggunakan rangka baja ringan untuk atap dibanding menggunakan rangka kayu.  Apa saja?  Simak terus artikel ini.

  1. Alasan yang pertama, sesuai dengan namanya rangka yang menggunakan baja ringan lebih ringan dibandingkan dengan kayu.  Struktur baja ringan bisa mempercepat pengerjaan bangunan anda, karena para tukang bisa dengan mudah membawa penyusun rangka ke atas dan menyusunnya.  Jika dilihat dari sisi keselamatan tukang, baja ringan tentu saja lebih aman jika dibandingkan apabila anda menggunakan kayu sebagai bahan pembuat rangka.

  2. Rangka baja ringan mudah beradaptasi dengan kondisi geografis suatu daerah. Misalnya saja, anda ingin membangun rumah pantai atau bangunan apapun yang letaknya di pantai.  Anda pasti khawatir kan kalau rangka atap anda bisa karatan?  Karena pada dasarnya baja terbuat  dari campuran mineral Fe (besi) dan C (karbon) yang mudah karatan apabila terkena air dan udara terus menerus.  Tapi dengan melapisinya dengan bahan anti karat, anda tidak perlu khawatir hal tersebut terjadi.  Lain halnya jika anda menggunakan kayu.  Rayap tidak bisa ditahan dengan bahan pelapis apapun dan rayap bisa datang dimana saja dan kapan saja.

  3. Seperti yang disebutkan di awal, penggunaan baja ringan sebagai rangka bisa mempercepat pengerjaan, yang berarti mengemat waktu pengerjaan bangunan.  Berdasarkan observasi di lapangan, pengerjaan atap suatu bangunan mulai dari pembuatan kuda-kuda baja ringan hingga penyusunan genteng untuk rumah tipe 36, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu minggu.  Cepat bukan?
  4. Selain cepat, penggunaan baja ringan juga menghemat biaya pembangunan dan pemeliharaan.  Kenapa?  Baja ringan tidak mudah lapuk.  Menurut masyarakat yang menggunakan baja ringan sebagai pondasi atap mereka, baja ringan bisa awet hingga sepuluh tahun tanpa pemeliharaan.  Baru setelah sepuluh tahun mereka melapisi ulang rangka baja ringan dengan anti karat.   Selain itu, untuk pembuatannya, karena waktunya lebih cepat, anda bisa hemat biaya hingga 20 persen dibanding jika menggunakan kayu sebagai rangka.

Kemudian yang terakhir adalah penggunaan baja ringan bisa membantu untuk menjaga lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan utama rangka atap atau bangunan, sama saja kita menjaga hutan dari penebangan liar dengan dalih masyarakat butuh banyak kayu untuk bahan bangunan.

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date