Ramadan Meraih Ampunan

Oleh: Deden Ferry Yuliantoro, Pengurus Takmir Masjid Salman Al Farisi

Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. tersebut, telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhluk-Nya. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun.

Bulan Ramadan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk meraih ampunan Allah SWT. Jangan sampai umat muslim menjadi suatu kaum yang disabdakan Rasullullah SAW sebagai kaum yang celaka karena mereka gagal mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Rasullullah SAW mengatakan dalam hadistnya, “Sungguh celaka dan merugi seseorang yang mendapatkan dirinya berjumpa dengan bulan Ramadan, tetapi sampai berakhir Ramadan dia keluar dalam keadaan belum terampuni dosa-dosanya”.

Sedangkan untuk mencapai maghfirullahnya Allah SWT dan untuk mendapatkan ampunannya Allah SWT, ada tiga hal yang perlu dilakukan. Yang pertama yakni bertaubat dengan sungguh-sungguh. Taubat Adalah kembali dari perbuatan dosa, karna kita adalah manusia yang bersifat salah, maka kesalahan itu perlu dan membutuhkan penyesalan dan penyesalan itu adalah bukti seseorang itu bertaubat.

Yang kedua dengan beristighfar dengan bersungguh-sungguh. Allah memerintahkan untuk segra meraih keampunan Nya, membaca istighfar adalah bukti taubatnya seorang hamba kepada Khaliqnya, Nabi saja sehari semalam 70 kali taubatnya kepada Allah, bahkan dalam hadist yang sampai 100 kali, seorang Nabi, seorang Rasul, masih membaca istighfar dan taubat kepada Allah Swt yang jumlahnya bahkan lebih dari 70 kali. Bagaimana dengan kita yang selalu bergelimang dengan dosa? Sewajarnyalah kita selalu memperbanyak istighfar mohon ampunan Allahu ta’ala. Salah kemanusia mohon maaf, salah kepada Allah mohon taubat.

Dan yang ketiga memperbanyak ibadah-ibadah kepada Allah SWT. Seluruh amal ibadah yang kita hasilkan didunia ini, diakhirat nantik akan dihadapkan kepada Allah SWT yang ikhlas akan diterimanya dan yang tidak ikhlas atau beramal karna selain Allah SWT maka akan dilemparkan kemukanya. Ambillah dan mintaklah upah amalmu dari orang yang engkau beramal karnanya.

Follow Untuk Berita Up to Date