Ramadan, Harga Cabai dan Ayam di Madiun Naik

Madiun, koranmemo.com – Memasuki bulan Ramadan, harga cabai dan daging ayam broiler di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan. Data di sejumlah Pasar Besar Caruban, harga cabai keriting pada Senin (6/5) sebesar 25.000 per kilogram, Selasa (7/5) melonjak naik mencapai Rp 29.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit mengalami kenaikan harga sebesar seribu rupiah. Dari Rp 24.000 per kilogram menjadi Rp. 25.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Suyudi mengatakan kenaikan cabai masih dalam taraf wajar karena kebutuhan meningkat. “Harga naik karena kebutuhan semakin bertambah sedangkan stok semakin berkurang,” kata Agus Suyudi, Selasa (7/5).

Sementara itu, daging ayam juga mengalami kenaikan sekitar Rp. 1000 per kilogram. “Untuk daging ayam fluktuatif, hari ini (Selasa, 7/5) harga 34.000 naik seribu jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya,” ujarnya.

Pihaknya menjamin secara umum stok kebutuhan pokok pada Ramadhan dan Idul Fitri nanti aman dan tidak ada kelangkaan. Upaya antisipasi telah dilakukan.
“Pengawasan dan koordinasi lintas sektoral terus dilakukan.Waktu dekat Pemkab Madiun juga diadakan pasar murah Lebaran,” tambahnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkab Madiun Edy Bitardjo memastikan stok daging sapi, daging ayam dan telur pada Ramadan hingga Lebaran aman.

Dikatakan, stok sapi sebanyak 67 ekor atau setara dengan 13,4 Ton daging. Untuk ayam sebanyak 32.600 ekor setara dengan 81,5 ton daging dan juga telur sebanyak 49 ton atau 735.000 butir. “Untuk harga masih stabil, lonjakan biasanya ada pada satu minggu menjelang lebaran,” katanya (7/5).

Stok tersebut, jelasnya, diperuntukkan internal masyarakat Kabupaten Madiun. Untuk menjaga kesiapan daging dan telur pihaknya melakukan pantauan dengan turun ke pasar dan juga ke produsen, disediakan juga 11 Rumah Potong Hewan (RPH) yang tersebar di wilayah Kabupaten Madiun.

Selain itu untuk sentra ternak ayam potong ada di wilayah Kecamatan Kebonsari, Dagangan, Pilanglenceng dan Kecamatan Wungu. “Kalau untuk rumah pemotongan hampir diseluruh wilayah ada,” ujarnya.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date