Pungli PKL, Mantan Lurah Divonis 3 Tahun Penjara 

Surabaya, koranmemo.com – Dalam persidangan terkiat kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat Hanafi, mantan Lurah Bubutan Surabaya, memasuki agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) Saiful dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

JPU Saiful menyampaikan, berdasarkan surat tuntutan yang dibacakan oleh Pengadilan Tipikor Surabaya bahwa terdakwa Hanafi dinyatakan terbukti bersalah dan ketentuan melanggar Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain menuntut hukuman badan, terdakwa Hanafi juga dihukum bayar denda. Bila denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan.

“Menuntut terdakwa Hanafi, dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp 50 juta, Subsider 6 bulan kurungan,” ujarnya saat membacakan  tuntutan di ruang Sidang Cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (17/4).

Atas tuntutan tersebut, Hanafi melalui tim penasehat hukumnya, akan mengajukan pembelaan yang sedianya akan dibacakan pada persidangan satu pekan mendatang.

Seperti diketahui, kasus pungli pada sejumlah pedagang laki lima (PKL) di Perak Barat itu dilakukan terdakwa sejak menjabat Kasitrantib Kecamatan Krembangan hingga menjadi Lurah Bubutan.

Terdakwa juga mengancam membongkar kios PKL apabila tidak membayar upeti. Tiap bulan, masing-masing PKL harus menyetorkan antara Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.

Aksi terdakwa ini berakhir di tangan Tim Saber Pungli Polres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Desember 2017.

Saat ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, Hanafi tidak ditahan lantaran adanya jaminan penangguhan penahanan dari Pemkot Surabaya.

Namun, aksi penyelamatan oleh Pemkot itu justru menjadi buah simalakama, tersangka Hanafi justru menghilang dari proses penyidikkan. Dia menghilang setelah Pemkot menjatuhkan sanksi pemecatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelarian Hanafi berahkir pada 22 Februari 2018. Dia ditangkap jajaran Polres Tanjung Perak Surabaya.

Sehari kemudian, kasusnya digulirkan ke Kejari Tanjung Perak. Dalam proses tahap II itu Hanafi langsung ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Reporter : M. Fauzi

Editor: Gimo Hadiwibowo

 

Follow Untuk Berita Up to Date