Pungli Lapak Pasar, Kades Paciran Dilaporkan Kejari

Lamongan, koranmemo.com – Aliansi pedagang pasar Paciran dan LSM Cakrawala bersama Aliansi Pedagang Indonesia (Alpindo) Cabang Lamongan, melaporkan Kepala Desa Paciran kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Inspektorat Lamongan, atas dugaan pungutan liar (pungli) lapak pasar pada pedagang, Selasa (7/8) siang.

Padahal lapak seharusnya diberikan secara gratis karena pembangunan pasar merupakan dana hibah dari kementerian. “Sesuai audiensi bersama DPRD beberapa bulan lalu sudah sangat jelas, kalau lapak gratis, tidak dipungut biaya” jelas Daniel Solahudin perwakilan Aliansi pedagang Paciran yang menyerahkan laporan.

Menurutnya, semua pedagang mengeluhkan pungli yang dilakukan kepala desa, selain tarifnya yang dinilai sangat mahal, pedagang juga mengetahui, seharusnya tidak ada pungutan. “Pedagang diminta biaya mulai dari Rp 15 juta, Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta, pungutan beragam sesuai dengan tipe lapak,” tandasnya.

Sementara jika dilihat pasar baru Paciran menyediakan sekitar 226 lapak. “Setelah kami hitung jika pungli dilanjutkan, total uang hasil pungli sekitar Rp 800 juta lebih,” sambung Daniel geram menirukan ucapan kepala desa yang selalu mengatakan pungutan adalah haknya sebagai pejabat setempat.

Kasus ini akan terus dikawal sampai pungutan diberhentikan, dan apabila tidak kunjung diberhentikan jalur hukum akan terus ditempuh. “Kami akan terus kawal, bila perlu sampai ke KPK,” tegas Hilal Ahmar LSM Cakrawala Keadilan yang mendampingi pelaporan.

Laporan diterima langsung oleh kepala urusan perlengkapan Kejari Lamongan Kasbolah, setelah ini berkas akan segera di serahkan kepada kepala seksi (kasi) pidana khusus untuk didalami.

Reporter Suprapto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date