Puluhan Warga Hadang Truk Muatan Tanah Uruk

Nganjuk, koranmemo.com –┬áPuluhnan warga Desa Prayungan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, menghadang truk bermuatan material di wilayahnya, Senin (14/5) siang. Dengan membawa poster berisi protes, massa meminta dum truk menuang tanah uruk yang dimuat ke jalan desa yang rusak akibat aktivitas penambangan.

Pantauan koranmemo.com di lapangan, secara tiba-tiba puluhan warga desa setempat menggeruduk lokasi penambangan tanah uruk di Desa Prayungan. Ketika sampai di lokasi, warga membentangkan poster bernada protes yang mereka bawa. Bukan hanya itu, massa juga mencegat dum truk agar tidak meninggalkan lokasi penambangan.

“Itu tanah yang sudah di atas truk jangan diangkat dulu. Tuang ke jalan kampung yang tanahnya dirusak,” teriak massa.

Purwanto, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut menyampaikan, selama ini pihak proyek tidak memberikan kejelasan perihal nasib jalan kampung yang turut dikeruk penambang. Padahal, sebelumnya tidak ada perjanjian yang jelas antara warga dan penambang, sehingga nasib jalan desa yang rusak tidak jelas.

“Ini sampai sekarang gak ada kejelasan. Katanya dibangun, terus kapan? Nanti kalau hujan kena longsor siapa yang bertanggung jawab,” serunya.

Massa juga mengklaim jika selama ini kegiatan penambangan kian melebar dari izin yang diajukan. Menurut warga, seharusnya pihak penambang hanya melakukan pengerukan tanah di Dusun Bajulan Desa Prayungan, tapi faktanya hingga kini kegiatan penambang makin melebar.

“Selama hampir setahun ini, jalur kampung pertanian menuju dusun rusak. Kami minta jalan ini dikembalikan, karena menjadi akses bagi warga untuk ke sawah. Kalau gak ada yang tanggung jawab begini, warga bisa mati konyol,” tandas Mbah Sugeng, salah satu warga setempat.

Dikonfirmasi terpisah, M. Iskak, salah satu pengelola tambang menyampaikan, selama ini pihaknya sudah menjalankan aktivitas penambangan sesuai prosedur. Dia membantah kalau kegiatan penambangan yang dilakukan melebar dari izin yang diajukan.

“Izin eksplorasi kami adalah 5 hektare, dengan titik koordinat sampai 25 hektare,” ujarnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date