Puluhan Siswi SMP Diduga Jadi Korban Pencabulan Guru

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Puluhan siswi SMP Negeri 6 Jombang diduga menjadi korban pencabulan oleh guru di sekolah tersebut. Ini diketahui saat sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah yang berada di Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang Kota, Senin (12/2). Mereka menuntut sikap tegas kepala sekolah terhadap guru berinisial ME yang diduga mencabuli puluhan siswinya.

Ru salah satu wali murid mengatakan, dugaan pencabulan oleh guru mencuat setelah 6 siswi memberanikan diri melapor ke guru Bimbingan Konseling (BK). Ke enam siswi tersebut mengaku telah dicabuli ME, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Sementara yang melapor hanya 6 anak, kalau kami telusuri ada sekitar 25 anak yang menjadi korban,” katanya kepada sejumlah wartawan di SMPN 6 Jombang, Senin (12/2) pagi.

Aksi cabul tersebut, lanjutnya, diduga terakhir kali dilakukan ME pada 7 Februari 2018. Modusnya, ME melakukan rukyah di sekolah.

“ME melakukan rukyah yang tak semestinya. Ada aksi perabaan-perabaan ke tubuh siswa. Anak-anak dimasukkan ke dalam kamar mandi, di situ ada penyiksaan juga. Ada perabaan alat vital tapi tak sampai terjadi persetubuhan,” ungkapnya.

Hal serupa juga dilontarkan Ya (35) orang tua siswi lainnya. Menurutnya, tindakan pencabulan terungkap setelah salah satu siswi menolak saat diminta buka baju. “Sudah banyak yang menjadi korban. Makanya kami datang untuk meminta agar guru tersebut diproses,” harapnya.

Kepala SMP Negeri 6 Jombang, Suprayitno, tak menampik adanya dugaan pencabulan oleh guru ME. Diduga, ME juga pernah melakukan aksi serupa ditenda,  saat ada kegiatan perkemahan di luar sekolah. Namun, ME tak sampai melakukan persetubuhan dengan para korban.

“Dia (ME) seminggu yang lalu kami pindah. Dia sudah membuat pernyataan mengakui kesalahannya di buku pembinaan, berikutnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ditambahkan, ME sendiri mengajar di SMPN 6 Jombang selama 1 tahun 7 bulan. Sehari-hari, ME mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Kami sudah mengusulkan ke Dinas Pendidikan, terserah dinas memberi hukuman apa. Harapan kami dan para guru, ME keluar dari SMPN 6. Anak-anak juga menuntut ME keluar,” bebernya.

Sementara, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto yang juga ikut dalam dialog antara wali murid dengan pihak sekolah menyatakan pihaknya akan menyelidiki dugaan pelecehan ini. “Sementara data yang kami kantongi ada 25 murid perempuan yang jadi korban pelecehan,” tandasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz