Puluhan Pohon Langka Raib Dicuri

Trenggalek, Koranmemo.com – Pengawasan bersama aset milik pemerintah yang ada di jalan perlu ditingkatkan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya dugaan pembalakan pohon sonokeling yang belakangan ramai dibicarakan. Sebelumnya puluhan kayu berkategori appendix II di ruas jalan nasional Tulungagung-Trenggalek diduga hilang dicuri. Saat ini pihak terkait telah melakukan inventarisasi aset milik pemerintah tersebut.

Toad Tridjono, Kepala Bidang Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekosistem Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur mengatakan, telah melakukan inventarisasi hilangnya puluhan kayu sonokeling. Sedikitnya sebanyak 42 pohon sonokeling mulai dari ruas jalan Tulungagung-Durenan dan Durenan-Trenggalek hilang. Peninjauan di lapangan berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Sebelumnya ada laporan dari masyarakat terkait hal ini (penebangan pohon,red). Makanya kami lakukan inventarisir,” jelasnya ketika meninjau tunggak di ruas jalan Tulungagung-Trenggalek, tepatnya di Desa Karangsoko, Selasa (9/4) sore. Peninjauan dilakukan bersama Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dan pihak terkait lainnya.

Disinggung soal jumlah, dia mengaku belum mengetahui secara pasti karena masih dalam pendataan. Namun dari hasil peninjauan terdapat sebanyak 42 pohon sonokeling di ruas jalan Tulungagung-Durenan dan Durenan-Trenggalek yang diduga hilang dicuri. Selain itu, diduga hilangnya puluhan pohon sonokeling merupakan rentetan kejadian serupa di ruas jalan nasional masuk wilayah Kabupaten Tulungagung.

“Untuk jumlah pastinya belum bisa kami sebutkan. Sebab sementara ini masih dilakukan pengecekan di dua titik, yaitu Tulungagung-Durenan dan Durenan-Trenggalek,” jelasnya.

Pengecekan dilakukan dengan memeriksa tunggak (sisa batang kayu dan akar yang masih tertinggal di dalam tanah sesudah ditebang). Hingga saat ini Dishut Provinsi Jatim belum bisa menyampaikan lebih jauh terkait tindakan apa yang akan di lakukan nantinya.

Sebab saat ini, masih sebatas melakukan inventarisasi, sekaligus pendataan terhadap jumlah pohon kayu sonokeling yang dilaporkan telah hilang. Sebelumnya, pengecekan tersebut dilakukan lantaran beberapa hari lalu terdapat laporan masyarakat bahwa terdapat penebangan pohon di sepanjang pinggir jalan yang perizinannya tidak jelas.

Rata-rata pohon yang ditebang itu seluruhnya dari jenis kayu sonokeling. Apalagi, saat ini keberadaan jenis kayu sonokeling relatif terbatas, sehingga bisa dikatakan sebagai jenis kayu langka. Alasan itulah yang membuat jenis kayu tersebut berharga lebih mahal dari kayu jati.

Sekilas, harga pasaran kayu jenis tersebut dengan diameter antara 30 sentimeter hingga 100 sentimeter, dijual lebih dari Rp 10 juta, untuk satu pohonnya. “Bisa dibayangkan jika ada 42 pohon yang ditebang berapa harganya, makanya kami akan terus melakukan pendataan terkait hal ini,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date