Puluhan Murid SD Diduga Keracunan

Mojokerto, koranmemo.com – Sebanyak 21 siswa SDN Manduro 2 Kecamatan Ngoro, mengalami gejala keracunan, Kamis (5/1). Puluhan bocah itu diduga keracunan makanan nasi pecel dan soto ayam yang mereka beli di kantin sekolah saat jam istirahat.

Rohmatul Lailia, salah satu korban menuturkan, saat jam istirahat, dia bersama teman-temannya membeli nasi pecel di kantin sekolah. Tak lama setelah itu, murid kelas VI ini mengalami gejala keracunan seperti mual dan muntah. “Saya muntah dan pusing, tadi usai makan nasi pecel di warung sekolah,” kata Lailia ditemui wartawan saat menjalani perawatan di Puskesmas Manduro Manggung Gajah.

Hal serupa dialami Bella, murid kelas II SDN Manduro 2. Hanya saja dia mengalami gejala keracunan usai menyantap soto ayam di kantin sekolah.”Tadi saya makan soto ayam sama teman-teman. Setelah itu saya muntah empat kali,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kepala SDN Manduro 2, Sholikan menuturkan, murid yang mengalami gejala keracunan mencapai 21 anak. Dari jumlah itu, 18 diantaranya dirawat di Puskesmas Manduro Manggung Gajah, satu di RS Dharma Husada, sedangkan 2 korban lainnya dirawat di rumah masing-masing. “Keracunan ini diduga karena anak-anak mengonsumsi nasi pecel dan soto dari penjual Bu Marmi dan Bu Khusnul,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihak sekolah menduga penyebab keracunan massal ini adalah menu pecel dan soto ayam yang dijual di kantin sekolah. “Kemungkinan dari bumbu yang kadaluwarsa atau dari nasinya, tapi itu baru dugaan. Kami juga belum mendapatkan keterangan dari tim medis,” tandasnya. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date