Protes Prostitusi Terselubung, Warga Surati Bupati

Share this :

Magetan, koranmemo.com – Aksi protes warga terkait praktik prostitusi yang terjadi di Desa Malang, Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur, memanas.

Setelah pemasangan sejumlah banner di sepanjang jalan desa tidak digubris para pekerja sex komersial (PSK), warga berencana menyurati Bupati Magetan, Sumantri, Selasa ( 6/2) mendatang.

” Kami akan surati Bupati Magetan, untuk tertibkan praktik prostitusi didesa kami, rencana saya kirim selasa,” kata Sunaryo, perwakilan warga Desa Malang, Kecamatan Maospati, Minggu (4/2).

Dugaan warga terkait banyak praktik prostitusi di Desa Malang, dibuktikan dengan temuan bekas kondom di sejumlah lokasi. ” Kami temukan banyak kondom di sejumlah lokasi,” jelas Sunaryo.

Tidak hanya itu, Sunaryo mengendus adanya kafe ilegal di dalam Desa Malang yang menyediakan minuman keras ( miras) serta Pemandu lagu (PL). ” Kami juga meminta kafe ilegal di dalam desa ditutup, ” tegasnya kepada Koranmemo.com.

Sebagai informasi, kawasan Desa Malang, Kecamatan Maospati, dikenal sebagai lokasi prostitusi terselubung. Sejumlah PSK diduga melakukan transaksi sex di area jembatan perbatasan Desa Malang dan Kelurahan Maospati. Sebelumnya, diperbatasan Desa Malang dan Kelurahan Maospati terdapat lokalisasi Madusari, yang kini telah ditutup oleh Pemkab Magetan.

Reporter: Noorbiyanto

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz