Progres Lemot, Jokowi Datangi Waduk Bendo

Ponorogo, koranmemo.com – Progres lemot pembangunan Waduk Bendo di Kabupaten Ponorogo, membuat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendatangi lokasi proyek yang berada di Dukuh Bendo Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo itu, Jumat (4/1).

Rombongan keprisidenan yang terdiri dari Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Mentri Agraria Sofyan Jalil, Sekertaris Kabinet Kerja jilid dua Pramono Anum Gubernur Jatim Sukarwo, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan petinggi rekanan Waduk Bendo langsung melakukan peninjauan di lokasi proyek senilai 699 miliar yang dikerjakan sejak 2015 lalu tersebut.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan, hingga kini progres pembangunan Waduk Bendo baru 77% persen. Padahal diketahui akhir 2019 mendatang Waduk Bendo harus rampung pegerjaanya dan 2020 resmi difungsikan.” Pengerjaan Bendungan Bendo baru rampung 77%. Pemerintah menargetkan pengerjaan bendungan ini selesai pada akhir tahun ini,”ujarnya kepada wartawan.

Kepala Negara juga mengungkapkan, percepatan penyelesaian pembangunan Waduk Bendo sangat penting, guna menunjang ketersedian air untuk memaksimalkan hasil pertanian. Waduk Bendo sendiri diklaim mampu menampung 43 juta kubik air dan mampu mengairi sawah di 7.700 hektar sawah.

 ” Ini diselesaikan dulu semuanya baru bicara nanti primernya sampai tersiernya di sawah. Kita harapkan dulu yang hanya panen sekali jadi tiga kali, yang dua kali menjadi tiga kali. Sangat penting sekali untuk pengairan sawah-sawah juga air baku. Saya kira dua hal ini, Waduk Bendo, yang nanti akan segera kita selesaikan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jokowi mengaku di Jawa Timur sejumlah waduk  saat ini tengah dilakukan pembangunan. Diantaranya, Waduk Tukul, Waduk Tugu, Waduk Bagong, Waduk Semantok, dan Waduk Gongseng. Pemerintah sendiri telah menargetkan pembangunan 65 bendungan baru di seluruh Indonesia yang baru saja dikerjakan sebanyak 49 bendungan. Sementara 16 bendungan lainnya juga tengah dalam proses pengerjaan.

” Banyak sekali dibangun di Jawa Timur karena memang diperlukan sebagai lumbungnya pangan Indonesia. Karena waduk kita juga jumlahnya baru sedikit sekali sehingga perlu semakin banyak waduk untuk tampungan air juga embung-embung yang lebih kecil juga sama untuk tampungan air dalam rangka ke sana,” tandas Jokowi,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date